BEBERAPA ALIRAN DALAM ANTROPOLOGI

Posted by anharul ulum





Pendahuluan
Sebagaimana diketahui bahwa antropologi adalah ilmu yang muncul dengan latar belakang keinginan bangsa barat untuk mempelajari masyarakat jauh di luar Eropa yang dianggap primitif dengan pelbagai macam adat istiadat, kultur, kondisi sosial, susunan masyarakat, bahasa serta ciri-ciri fisik mereka yang beraneka ragam antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sejalan dengan itu, mereka menemukan data-data etnografis yang tercecer dari tulisan-tulisan para pengelana, pelaut, misionaris, dan utusan-utusan khusus pemerintah negara-negara Eropa yang mengisahkan tentang ‘dunia baru’ dengan masyarakatnya yang dianggap baru bagi mereka. Bahan-bahan inilah yang kemudian mereka kaji secara mendalam sehingga antropologi berdiri sebagai disiplin ilmu baru.
Memasuki abad 20, antropologi memasuki babak baru dengan tingkat kajian yang semakin intensif terhadap keberadaan masyarakat timur, adat istiadat dan kompleksitas budayanya bersamaan dengan perjalanan proyek kolonialisme bangsa-bangsa barat di kawasan-kawasan baru ini yang semakin kukuh, seperti di benua Amerika, Asia, Afrika dan Osenia. Namun memasuki sekitar tahun 1930, bangsa-bangsa Timur mulai menggeliat untuk melakukan perlawanan untuk dapat memerdekakan diri dan perlahan namun pasti pasti satu demi satu bangsa-bangsa ini mulai dapat melepaskan cengkraman kolonialisme barat tersebut. Di sisi lain, budaya mereka juga mulai merangkak maju sehingga tidak lagi bisa dikatakan sebagai budaya primitif.
Realita ini mengakibatkan Antropologi mulai kehilangan obyek kajiannya karena tingkat kebudayaan bangsa-bangsa Timur sudah mulai berkembang secara sejajar dengan bangsa Barat. Tapi justeru karena itu, ilmu antropologi mengalami masa perkembangan yang luas, baik dalam data-data pengetahuannya, ketelitian dan ketajaman pisau analisanya serta metode-metode kajian ilmiahnya, karena antropologi tidak lagi mengambil objek dan tujuan yang sempit untuk mempelajari bangsa-bangsa primitif di luar Eropa, tetapi juga manusia di daerah pedesaan pada umumnya, termasuk yang di Eropa.


Aliran-aliran dalam Antropologi
Hal penting yang perlu diungkap dari paparan di atas adalah bahwa Antropologi merupakan disiplin ilmu yang berkembang secara parsial karena kemunculannya dimulai oleh bangsa-bangsa Barat yang berbeda-beda. Objek kajiannya pun berbeda-beda, sebab pada masa perkembangannya Antropologi ditujukan untuk mempelajari bangsa-bangsa di luar Eropa yang berbeda-beda pula sesuai dengan objek kolonialisme masing-masing negara. Tidak aneh jika kemudian Antropologi terbeda-bedakan dalam aliran-aliran mengalami pewarnaan sesuai dengan kondisi di mana ilmu Antropologi dikaji, diajarkan dan dikembangkan. Untuk itu, penting kiranya makalah ini mengungkap sedikit mengenai aliran-aliran dalam Antropologi tersebut.
Secara umum, ada 6 aliran dalam Antropologi, yaitu : Amerika Serikat, Eropa Tengah, Eropa Utara, Rusia dan negara-negara berkembang, yang masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:
Amerika Serikat (USA). Di Amerika Serikat, pada awalnya Antropologi mengambil masyarakat Asli benua Amerika (Indian) sebagai objek kajiannya. Namun pada masa sekarang, Antropologi tidak lagi dikembangkan secara sempit dengan objek yang sempit, tetapi sudah dikembangkan dengan memakai objek yang lebih luas (mendunia) dengan memakai dan mengintegrasikan seluruh bahan-bahan etnografis yang ada sejak fase pertama (masyarakat primitif) hingga ketiga (masyarakat koloni) dan menambahkannya dengan berbagai spesialisasi yang telah dikembangkan secara khusus untuk mencapai pengertian tentang dasar-dasar dari ragam bentuk masyarakat dan kebnudayaan manusia yang tampak pada masa sekarang ini (masyarakat dunia). Dengan demikian, ilmu Antropologi di universitas-universitas Amerika saat ini telah mengembangkan ilmu Antropologi secara luas.
Inggis (Great Britain). Di Inggris dan negara-negara ex-koloni yang masih dalam pengaruhnya seperti Australia, Antropologi masih banyak mengembangkan kajian fase ketiga untuk mempelajari masyarakat kolonial. Banyaknya negara-negara koloninya yang merdeka membuat sarjana Antropologi Inggris merubah objek kajian ke samping kawasan koloninya, seperti masyarakat Asli Papua Niugini dan kepulauan Melanesia. Dan lagi-lagi perkembangan budaya masyarakat luar Eropa dan hilangnya kawasan-kawasan koloni menjadikan sarjana Antropo-logi kehilangan objek. Karenanya mereka sekarang juga mulai mengembangkan objek antropologi secara lebih luas. Dengan demikian metode-metode antropolo-gi yang dikembangkan Amerika sudah mulai mempengaruhi lapangan penelitian para ahli Antropologi di Inggris.
Eropa Tengah. Negara-negara di Eropa Tengah seperti Jerman, Austria dan Swis hingga kira-kira 15 tahun yang lalu, Antropologi di sana masih bertujuan untuk mempelajari bangsa-bangsa di luar Eropa untuk mencapai pengertian tentang sejarah penyebaran kebudayaan-kebudayaan dari seluruh umat manusia di bumi. Jadi sifat kajian Antropologinya masih pada kategori fase kedua tentang akses-akses perkembangan budaya manusia dari zaman kuno. Namun sekarang, metode-metode Antropologi Amerika sudah mulai mempengaruhi kajian dan penelitian para Antropolog di Eropa Tengah.
Eropa Utara. Sama seperti di negara-negara Eropa Tengah, negara-negara Skandinavia (Eropa Utara) beberapa tahun yang lalu juga masih mengembangkan Antropologi untuk tujuan mempelajari bangsa-bangsa di luar Eropa untuk mencapai pengertian tentang sejarah penyebaran kebudayaan. Temuan terpenting negara-negara Eropa Utara ini adalah hasil penelitian mereka terhadap kebudayaan suku-suku bangsa Eskomo (daerah kutub). Namun sekarang metode-metode Antropologi Amerika juga sudah mempengaruhi kajian mereka.
Rusia. Walaupun Rusia (dulu bernama Uni Soviet) sebelum ini adalah negara yang mengisolasikan diri dari dunia, namun kajian dan penelitian tentang Antropologi nampak amat diperhatikan. Dengan daerah teritorial negara yang begitu luas dan budaya dan suku-suku yang beraneka ragam memungkinkan Rusia untuk mengembangkan kajian Antropologi secara praktis dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian di antara suku-suku bangsanya. Selain itu, para Antro-polog Rusia juga menaruh perhatian besar untuk mengkaji banyak daerah di bumi ini. Hal ini terbuki dari banyaknya penyusunan buku-buku ikhtisar berbahasa Rusia yang banyak mengungkap kebudayaan suku-suku bangsa penduduk pribumi dibenua-benua lain, seperti suku-suku di Afrika, Osenia, Asia, termasuk juga Indonesia. Seperti buku Narody Mira yang berarti bangsa-bangsa di dunia.
Negara-negara berkembang ex-koloni Inggris. Di negara-negara berkembang ex-koloni Inggris seperti di India, metode-metode kajian dan penelitian tentang Antropologi nampak dipengaruhi oleh aliran Inggris. Kajian tersebut bertujuan praktis untuk mencapai pengertian soal-soal kehidupan masyarakat India yang heterogen dan berbeda-beda sesuai dengan perbedaan wilayahnya dalam hubungn antara golongan-golongan yang ada. Menariknya, di India antara Antropologi dan Sosiologi bukan lagi dianggap ilmu yang berbeda dalam metode sosialnya, sebab dalam suatu masyarakat negara seperti India, masalah nasional dan masalah kota-kota sangat erat hubungannya dengan masalah-masalah pedesaan.


Daftar Pustaka
- Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta, 1990.
- T.O. Ihromi, Pokok-pokok Antropologi Budaya, Jakarta; Yayasan Obor Indonesia, 1999.

{ 0 comments... read them below or add one }

Posting Komentar