Cara Mengambil Alih Username Twitter.

Posted by anharul ulum

Baru buat twitter, tapi username kamu sudah dipakai orang lain dan orang yang menggunakan itu tidak aktif. sama aku juga kayak gitu. satu-satunya cara adalah menunggu pihak twitter melepas semua nama pengguna yang tidak aktif dan/atau ditangguhkan suatu saat. dari kemarin saya udah baca-baca diforum, banyak yang mengatakan solusinya adalah dengan mengirim pesan ke "supporttwitter". tapi harap diketahui bahwa pihak twitter sudah menanggapi hal tersebut.

jangan lupa Follow  @anharululum  bakal berbagi informasi jika twitter sudah melepas username yang nggak aktif. atau ikuti blog ini. kalo mau seh.. hehe

More aboutCara Mengambil Alih Username Twitter.

Sejarah Berdiri dan Runtuhnya Dinasti Ayyubiyah

Posted by anharul ulum

Sejarah berdirinya dan runtuhnya Dinasti Ayyubiyah.
Pendiri dinasti ini sholhuddin lahir di Takriet 532 H/1137 M meninggal 589 H/1193 M, di mansyurkan oleh bangsa Eropa dengan nama “Saladin” pahlawan perang salib, dari suku Ayyubiyah suku Kurdi.
Dan di tangan salahuddin lah, Mesir kembali ke mazhab sunni, setelah lama dibawa kekuasaan Fatimiyyah yang syi’i. dalam pemerintahan Salahuddin kecenderungnnya kepada agama lebih menonjol sehingga dapat dikatakan Dinasti Ayyubiyah adalah Dinasti agama (sunni). Hal ini dapat dilihat dari perilakunya dengan memberlakukannya mazhad Hanafi selain Safi’i yang telah berkembang sebelumnya, memberi bantuan kepada sejumlah perguruan hukum, merekrut guru dan Hakim besar dari luar mesir. Prilaku ini dilanjutkan oleh penggantinya, seperti menyebarluaskan identitas keagamaan Sunni, dengan membangun Dar al Hadist al Kamiliya (1222 M) yang mengajarkan pokok-pokok hukum dari berbagai mazhab Sunni, Madrasa al Salahiyah (129M) sebagai pusat pengajaran empat mazhab hukum serta mengdopsi sebuah kebijakan paham sunni terkait dengan pengakuan dan dukungan secara sepadan terhadap seluruh mazhab hukum sunni.
Daulah Fathimiyah waktu itu telah lemah tidak sanggub menghadapi tentara salib yang hendak mengusi Dunia islam. Raja Al-Adhid Li Dinillah telah tua dan sakit, meminta bantuan pada Nuruddin Zanki raja Syam. Nurudin mengutus Shalhuddin keponaknnya membawa angkatan bersenjata membantu Mesir. Dalam perjuangannya beliau berhasil sehingga kemudia menjadi sultan di mesir sebagi pendiri di Dinasti Ayyubiyah.
Perjuangan Shalahuddin sampai menjadi sultan dapat dibagi menjadi tiga periode:
1. Periode pertama, periode perjuangan Mesir.
Ia mengproklamirkan Mesir menyatu dengan pemerintahan Abbasiyah di Bagdad. Disini namanya menanjak sebagai pemersatu dunia islam yang tadinya terpecah menjdi Abbasiyah yang Sunni dan Fhatimiyah yang beraliran syi’ah.
Beliau berusaha melemahkan pengikut Khalifah dan mencari kepercayan rakyat yang kebanyakan dan pengikut aliran sunni.
2. Periode kedua, peiode menghadapi Syria (1174-1186 M).
untuk mempertahnkan diri melawan pengikut Fathimah di Mesir dan melawan bahaya orang salib di Syria dan palestina, Salahuddin mendirikan benteng Kairo diatas bukit Muqattam yang paling barat. Tempat ini menjadi pusat pemerintahan dan kubu militer yang sanggub menangkis serangan luar. Ini adalah rencana Salahuddin untuk menghubungkan benteng ini dengan perbentengan Kairo kuno zaman Fhatimiyah dan memperluas benteng sehingga memagari letak kota Futsat sepanjang sungai Nil.
3. Periode ketiga periode perjuanga di Pelestina (1186- 1193 M).
masa ini digunakan untuk perang suci melawan tentara Salib. Kebijaksanaan Solahuddin adalah membentuk persatuan negara Arab untuk mengusir orang salib. Dalam perang ini Shalahuddin selalu mengalahkan tentara salib sampai puncaknya menghancurkan mereka di Hittin dekat teberias tahun 1187 M.dan perang suci ini disudahi dengan perjanjian tahun 1192 di Ramleh dengan syrat-syarat:
a. yerussalem berada ditangan ummat islam, dan umat Kristen diizinkan menjalankan ibadah di tanah suci mereka.
b. Tentara salib mempertahankan pantai Syria dan Tyre sampai Jaffa.
c. Ummat islam mengembalikan harta rampasan Kristen kepada umat Kristen.
Setelah Salahuddin menjulang refutasinya ketika berhasil melawan tentara salib dengan mempersatukan pasukan Turki ,Kurdi, dan Arab.kota Yerussalem, 583/1187, kembali kepangkuan islam dari tangan tentara salib yang telah menguasinya 80 tahun lamanya. Salahuddian membagi kekuasaannya kepada sanak saudaranya sebelum meninggal, mereka masih tetap bersatu sehingga dapat mempertahankan kekuasaannya. Tetapi perselisihan inter keluarga Ayyubiyah setelah al-Khamil meninggal, yang sementara itu masih berlangsung perang salib, menyebabkan dinasti besar ini terpecah.
More aboutSejarah Berdiri dan Runtuhnya Dinasti Ayyubiyah

Memahami Masalah Akhlak

Posted by anharul ulum

Memahami masalah Akhlak dan Metode-metode Peningkatan Kualitas Akhlak

Materi / Tema : Akidah Akhlak
Kelas / Semester : X / 1
Standart Kompetensi :
Memahami masalah Akhlak dan Metode-metode Peningkatan Kualitas Akhlak
Kompetensi Dasar :
1)        Menjelaskan pengertian akhlak
2)        Menjelaskan Induk-induk akhlak terpuji dan Induk-induk akhlak tercela
3)        Menjelaskan macam-macam metode peningkatan kualitas akhlak dalam kehidupan
4)        Menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak dalam kehidupan
Indikator :
Indikator Umum
Peserta didik dapat mengetahui dan memahami akhlak dan metode-metode peningkatan kualitas akhlak dengan baik dan benar.
Indikator khusus
  1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian akhlak dengan benar.
  2. Peserta didik dapat menjelaskan Induk-induk akhlak terpuji dan Induk-induk akhlak tercela dengan baik dan benar.
  3. Peserta didik dapat menyebutkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak dengan baik dan benar.
  4. Peserta didik dapat Menerapkan metode-metode peningkatan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Uraian : 
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Akhlak
Perkataan Akhlak berasal dari perkataan (al-ahlaaku) ialah kata jama dari pada perkataan perkataan (al-khuluqu) berarti: tabiat, kelakuan , perangai, tingkah laku , matuah, adat kebiasaan, malah ia jubga berarti agama itu sendiri.
Definisi Akhlak menurut istilah ialah: sifat yang tertanam di dalam diri yang dapat mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang dan mudah tanpa pemikiran, penelitian, dan paksaan.[1]
Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَة
“Sungguh telah ada bagi kalian suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok yang paling mulia akhlaknya.” (HR. Al-Bukhari no. 6203 dan Muslim no. 2150)
Nabi Solallohu alaihi wasallam bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia.” (H.R. Ahmad).
 “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Ahmad).
Pengertian Akhlak dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Dalam bahasa Arab kata Akhlak (akhlaq) diartikan sebagai tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama . Meskipun katan akhlak berasal dari Bahasa Arab, tetapi kata akhlak tidak terdapat di dalam al-Qur’an. Kebanyakan kata akhlak dijumpai dalam hadits. Satu-satunya kata yang ditemukan dalam al-Qur’an adalah bentuk tunggal, yaitu khuluq, tercantum dalam surat al-Qalam ayat 4. yaitu:
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) betul-betul di atas akhlak yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Dalam Tiga pakar dibidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih Al Ghazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh rasulullah shalallohu alaihi wasallam: “Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (H.R. Tirmidzi, dari Abu Hurairah radhiallohu ‘anhu, diriwayatkan juga oleh Ahmad. Dishahihkan oleh Al Bani dalam Ash Shahihah No. 284 da 751.)           

B.       Induk – induk Akhlak Terpuji dan Induk – induk Akhlak Tercela.
A.    Tasamuh
Tasamuh artinya “lapang dada”. Maksudnya adalah menerima sesuatu yang tidak menyenangkan dengan keyakinan, bahwa dibalik sesuatu itu ada hikmah yang mendatangkan kebaikan.[2]
Orang yang memiliki sifat tasamuh manakala mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain senantiasa dapat menerima dengan lapang dada. Ia tidak marah walaupun dirinya dihina atau dicaci. Sebaliknya tidak sedikit orang yang meluapkan kemarahannya hanya Karena tersinggung dengan ucapan orang lain. Orang seperti itu menganggap bahwa dirinya telah dihinakan dan penghinaan itu tidak dapat diatasinya, kecuali dengan melampiaskan kemarahan.[3]
Perhatian nasihat rasulullah dengan sabdanya:
إن فيك خصلتين يحبهما لله : الحلم والأ ناة.
Artinya:
sesungguhnya engkau mempunyai dua tabiat dan kekuasaan yamg disukai oleh Allah, yaitu sabar dan ketenangaan”.
Tasamuh atau lapang dada ternasuk akhlak terpuji. Orang yang tidak ada bandingannya dalam hal tasamuh adalah Rasulullah. Dalam menyiarkan agama islam, Rasulullah banyak mengalami cobaan dan rintangan, namun semua itu beliau hadapi dengan lapang dada. Misalnya, ketika Rasulullah dating ke Thaif hendak mengajak penduduk Thaif untuk memeluk agama islam, beliau disambut dengan cacian dan makian. Mereka meneriaki beliau dengan kata-kata yang menghinakan dan menyakitkan. Mereka melempari dengan batu, sampai kedua kaki beliau mengucurkan darah. Sikap kasar penduduk Thaif itu beliau terima dengan penuh kesabaran dan lapang dada, bahkan beliau berdo’a untuk mereka yang Artinya:“Ya Allah,berilah petunjuk kepada kaumku, karena mereka tidak mengerti.”
Dalam kehidupan sehari-hari kejadian yang kita alami, adakalanya menyenangkan, adakalanya menyusahkan. Seringkali kita merencanakan sesuatu, tetapi ada saja ada hambatan yang menyebabkan kita tidak dapat melaksanakan rencana kita itu. Dalam keadaan demikian kita tidak perlu kecewa, tetapi hendaknya kita berlapang dada, karena dibalik hambatan itu tentu Allah sudah merencanakan sesuatu yang lain demi kebaikan kita. Misalnya, kita sudah merencanakan hendak pergi rekreasi, tetapi tiba-tiba kendaraan yang kita gunakan rusak, sehingga kita tidak jadi untuk pergi rekreasi. Ketika kita mengalami hal seperti itu kita harus mengambil hikmahnya. Misalnya, mungkin saja kalau kita pergi juga saat itu, kita akan mengalami kecelakaan.[4]
Di rumah, kampus ataupun di masyarakat mungkin saja terjadi, apabila ada yang menyinggung perasaan kita, semua itu sebaiknya kita hadapi dengan lapang dada. dengan tasammuh atau lapang dada, insyaalah pergaulan kita, di dalam keluarga, di kampus, dan di masyarakat akan senantiasa terpelihara dengan baik.[5]
B.     Ta’awun
Ta’awun artinya tolong menolong dalam ajaran islam. Dalam ajaran islamn sikap  sifat Ta’awun ini sangat diperhatikan. Ta’awun atau tolong menolong termasuk akhlaq terpuji. Sifat dan sikap ta’awun ini telah dimulai pada awal perkembangan agama islam. dalam sejarah banyak sekali perilaku nabi dan para sahabat, serta kaum muslimin yang berkaitan dengan sikap ta’awun. Kita ketahui, betapa Siti Khadijah dengan harta dan dorongan semangatnya telah menolong perjuangan Rasulullah dalam menyiarkan ajaran islam.
Ketika nabi beserta kaum muslimin hijrah ke madinah, terjalin suasana yang penuh keakraban dan saling menolong antar kaum anshar (penduduk madinah) dengan kaum muhajirin (kaum Muslim yang dating dari makkah).
Firman Allah:
و تعا ونوا على البر و التقوى ولا تعاونوا على الإثم و العدوان.
                Artinya:
“ dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kabajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
Sebagai makhluk sosial, dalam kehidupannya sehari-hari, manusia saling membutuhkan antara sesamanya. Orang yang miskan membutuhkan pertolongan dari orang yang kaya, berupa makanan, uang, materi yang lainnya. Orang yang kaya pun membutuhkan pertolongan dari orang yang miskin berupa jasa, tenaga dan sebagainya.[6]
Menolong orang bukan hanya dengan harta atau materi, tetapi bisa juga dengan tenaga, dengan ilmu, nasihat, dan sebagainya. Biasakanlah untuk bersikap ta’awun, atau saling menolong dari hal-hal yang kecil. Misalnya, meminjamkan pensil atau penghapun kepada yang memerlukan. Menunjukkan alamat kepada orang yang menanyakan alamat kepadamu dan lain sebagainya.
Jika kita sudah terbiasa menerapkan sikap ta’awun ini dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan senantiasa peduli terhadap kesulitan orang lain dan berusaha sedapat mungkin untuk menolongnya. Jika kita suka menolong orang maka kita pun akan ditolong orang. Mungkin orang yang menolong itu adalah orang yang pernah kita tolong, atau mungkin juga orang yang menolong kita adalah orang yang tidak pernah kita tolong atau tidak pernah kita kenal. Sebaliknya jika kita tidak pernah menolong orang, maka kit pun tidak pernah ditolong orang.[7]

C.      Ujub
Ujub menurut bahasa adalah keheranan. Sedangkan menurut istilah adalah sikap/ prilaku bermegah diri/berbangga diri. Orang yang yang berprilaku ujub beranggapan bahwa segala kesuksesan yang di raih, seperti harta yang berlimpah, kepandaian yang tidak tertandingi, dan pangkat yang tinggi semata-mata karena hasil usaha serta kehebatan dirinya. Semua itu ia pikir, ia raih tanpa bantuan dari siapapun termasuk Allah. Orang yang bersikap / berprilaku ujub biasanya selalu merasa dirinya besar, selalu benar, tidak pernah salah atau keliru, karenanya tidak bisa menerima kritik orang lain.[8]
D.    Takabbur
Takabbur adalah sikap perilaku membesarkan diri dan tidak menerima kebenaran serta memandang kecil atau rendah terhadap orang lain. Dalam bahasa Indonesia perkataan takabur sama dengan sombong. Sikap/perilaku takabur termasuk akhlak tercela dan wajib dijauhi oleh setiap muslim muslimah. Sebagaimana Allah berfirman:
Description: D:\5-E-R-E-M\AL-Qur'an_Karim\An-Nahl\16_23.GIF



Artinya:“Tidak diragukan lagi, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang takabbur (sombong). (QS. An-Nahl:23)
Sifat sombong dibagi menjadi kesombongan batin dan kesombongan zhahir.[9] Kesombongan batin adalah kesombongan yang terdapat dalam jiwa (hati), sedangkan kesombongan zahir adalah kesombongan yang dilakukan anggota zahir, karena tingkah laku seseorang merupakan akibat dari apa yang terjadi di hatinya. Kesombongan batin akan memaksa anggota tubuh untuk melakukan hal-hal yang bersifat sombong, maka apabila hanya menyimpan di dalam hati tanpa ada tindakan disebut dengan kibr (sifat sombong).
Contoh-contoh perbuatan takabur::mau bergaul dengan orang sederajat, misalkan sama kayanya, pandainya dan kedudukannya, menganggap bahwa perbuatannya itu selalu benar,tidak memperdulikan orang lain,mudah emosi jika pendpatnya tidak diikuti orang lain
Dampak dari perbutan takabur /Orang yang memiliki sifat sombong tidak menyadari bahaya yang dapat di timbulkan dari sifat ini. Rasulullah bersabda :
“Tidak akan masuk surga (memperoleh kebahagiaan) orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar semut”. (HR. Muslim)
Sifat sombong terdapat persoalan, pertama adalah menghilangkan akar penyakit ini. Tetapi pengobatannya adalah dengan ilmu dan amal.[10] Karena penyakit ini tidak mungkin dapat disembuhkan kecuali dengan kedua hal itu. Pengobatan melalui ilmu adalah dengan mengetahui siapa dirinya dan siapa Penciptanya. Sedangkan pengobatan melalui amal adalah dengan membiasakan merendah diri (tawadhu’) terhadap orang lain dan mengikuti akhlak-akhlak orang yang memiliki sifat tawadhu’.
Cara menghindari  sikap takabur yaitu : Selalu melihat yang bawah dalam hal dunia,tidak mudah meremehkan orang lain,berkeyakinan bahwa di atas kita ada yang lebih kuasa,berusaha menjadi orang yang lebih bersyukur
E.     Malas belajar dan malas bekerja
Malas belajar/bekerja adalah sikap tercela. Karena mempeajari ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan mencari rizki yang halal hukumnya adalah wajib. Sifat malas adalah sifat nafsu yang tidak dapat melihat kemaslahatan kedepan dan keinginannya adalah keenakan sesaat tanpa melihat akibatnya, sehingga walaupun orang itu baik,sukses, tetapi banyak yang gagal karena kemalasan. Oleh karena itu malas belajar dan malas bekerja merupakan prilaku tercela yang mendatangkan kerugian.[11]

C.      Macam- macam Metode Peningkatan Kualitas Akhlak
Menurut Al Ghazali, pengembangan pribadi pada hakikatnya adalah perbaikan akhlak, dalam artian menumbuh-kembangkan sifat-sifat terpuji (mahmudah) dan sekaligus menghilangkan sifat-sifat tercela (madzmummah) pada diri seseorang. Akhlak manusia benar-benar dapat diperbaiki, bahkan sangat dianjurkan sesuai sabda Rasulullah SAW “Upayakan akhlak kalian menjadi baik” (Hassinuu akhlaqakum). Al Ghazali menaruh perhatian besar pada masalah akhlak serta mengemukakan berbagai metode perbaikan ahlak. Metode peningkatan ahlak yang beliau ungkapkan dalam berbagai buku beliau dapat dikelompokkan atas tiga jenis metode yang berkaitan satu dengan lainnya yang oleh penulis makalah ini dinamakan:[12]
  1. Metode Taat Syari’at
Metode ini berupa pembenahan diri, yakni membiasakan diri dalam hidup sehari-hari untuk melakukan kebajikan dan hal-hal bermanfaat sesuai dengan ketentuan syari’at, aturan-aturan negara, dan norma-norma kehidupan bermasyarakat. Disamping itu berusaha untuk menjauhi hal-hal yang dilarang syara’ dan aturan-aturan yang berlaku. Metode ini sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya akan berkembang sikap dan perilaku positif seperti ketaatan pada agama dan norma-norma masyarakat, hidup tenang dan wajar, senang  melakukan kebajikan, pandai menyesuaikan diri dan bebas dari permusuhan.
  1. Metode Pengembangan Diri
Metode yang bercorak psiko-edukatif ini didasari oleh kesadaran atas kekuatan dan kelemahan diri yang kemudian melahirkan keinginan untuk meningkatkan sifat-sifat baik dan sekaligus menghilangkan sifat-sifat buruk. Dalam pelaksanaannya dilakukan pula proses pembiasaan (conditioning) seperti pada “Metode Taat Syari’at” ditambah dengan upaya meneladani perbuatan dari pribadi-pribadi yang dikagumi. Membiasakan diri dengan cara hidup seperti ini secara konsisten akan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan dan sifat-sifat terpuji yang terungkap dalam kehidupan pribadi dan kehidupan bermasyarakat. Metode ini sebenarnya mirip dengan metode pertama, hanya saja dilakukan secara lebih sadar, lebih disiplin dan intensif serta lebih personal sifatnya daripada metode pertama.
  1. Metode Kesufian
Metode ini bercorak spiritual-religius dan bertujuan untuk meningkat kan kualitas pribadi mendekati citra Insan Ideal (Kamil). Pelatihan disiplin diri ini menurut Al Ghazali dilakukan melalui dua jalan yakni al-mujaahadah dan al-riyaadhah. Al Mujaahadah adalah usaha sungguh-sungguh untuk menghilangkan segala hambatan pribadi (harta, kemegahan, taklid, maksiat). Al-Riyaadhah adalah latihan mendekatkan diri pada Tuhan dengan selalu berusaha meningkatkan kualitas ibadah. Kegiatan sufistik ini berlangsung dibawah bimbingan seorang Guru yang benar-benar berkualitas dalam hal ilmu, kemampuan dan wewenangnya sebagai Mursyid.
Diantara ketiga metode tersebut, metode kesufian dianggap tertinggi oleh Al Ghazali dalam proses peningkatan derajat keruhanian, khususnya dalam meraih ahlak terpuji.

D.       Menerapkan metode – metode Peningkatan Kualitas Akhlak dalam Kehidupan.
1)      Metode syari’at
a.       Membiasakan diri untuk selalu melakukan kebaikan dan menjauhi yang di larang syara’
b.      Menjauhi permusuhan
c.       Membiasakan diri untuk menyesuaikan dengan lingkungan
2)      Metode pengembangan diri
a.       Berupaya meneladani perbuatan-perbuatan terpuji dari pribadi-pribadi yang di kagumi
b.      Membiasakan konsisten untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan terpuji dan menghilangkan sifat-sifat tercela yang ada pada diri
c.       Berusaha meningkatkan potensi-potensi baik yang ada pada diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
3)      Metode kesufian
a.       Membiasakan bersifat zuhud
b.      Melakukan riyaadhah / mendekatkan diri pada tuhan
c.       Meningkatkan kualitas ibadah



[1] Anwar Masy’ari, Akhlak Al-Qur’an, Surabaya : PT Bina Ilmu,1990,1.
[2] AF, Masan, Aqidah Akhlak Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Madrasah,108.
[3] Ibid.
[4] Masan, AF, Aqidah Akhlak ,109.
[5] Ibid.,110.
[6]Masan, AF, Aqidah Akhlak,111.
[7] Ibid.,112.
[8] Tim abdi guru YPM, Aqidqh Akhlak 2,Sidoarjo: Bapengbu YPM,2008,81-82.
[9] Titin Sumarni, Aqidah Akhlak, Pustaka Firdaus Utama : Surakarta, 41-43.
[10] Ibid, 37-39.
[11] Tim abdi guru YPM, Aqidqh Akhlak 2,Sidoarjo: Bapengbu YPM,2008,83.
[12] Imam Al-Ghazali, Pengembangan Pribadi Pada Akhlak.25.
DAFTAR PUSTAKA
AF, Masan, Aqidah Akhlak Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Madrasah,tt.
Al-Ghazali, Imam, Pengembangan Pribadi Pada Akhlak,tt.
Masy’ari , Anwar, Akhlak Al-Qur’an, Surabaya : PT Bina Ilmu,1990.
Sumarni , Titin, Aqidah Akhlak, Pustaka Firdaus Utama : Surakarta, tt.
Tim abdi guru YPM, Aqidqh Akhlak 2,Sidoarjo: Bapengbu YPM,2008.
More aboutMemahami Masalah Akhlak

Memahami Syirik Dalam Islam

Posted by anharul ulum

Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah
Definisi Syirik
Syirik yaitu: Menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah, seperti berdoa kepada selain Allah disamping berdo’a kepada Allah
  • Memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo’a dan sebagiannya kepada selain-Nya

  • Firman Allah dalam:a) QS Luqman (31):13
    Artinya: “Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan adalah benar-benar kezaliman yang besar.”b) QS Al-Maidah (5):72
    Artinya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”c) QS Al-An’am (6):88
    Artinya: “Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” d) QS Az-Zumar (39):65
    Artinya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada yang sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”
    e). QS At-Taubah (9):5
    Artinya: “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.”
Syirik adalah dosa yang paling besar
Hadist riwayat Al-Bukhari dan Muslim: “Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa yang paling besar?, ‘Kami menjawab, Ya wahai Rasulullah!’, Beliau bersabda, Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”

Jenis Syirik

Syirik Besar
mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal didalam neraka, a.l:
  1. Memalingkan sesuatu bentuk ibadah kepada selain Allah
  2. Mendekatkan diri kepadaNya dengan penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau syaithan
  3. Takut kepada orang-orang yang telah mati, jin atau syaithan
QS Yunus (10):18
Artinya: “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan.”
Syirik besar ada 4 macam:
  1. Syirik Dakwah (Do’a)
    disamping dia berdo’a kepada Allah ia berdo’a kepada selainNyaQS Al-Ankabut (29):65
    Artinya: “Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo’a kepada Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka mempersekutukan.”
  2. Syirik Niat, Keinginan dan Tujuan
    menunjukan suatu bentuk ibadah untuk selain AllahQS Huud (11): 15-16
    Artinya: “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan(15). Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan(16).”
  3. Syirik Keta’atan
    menta’ati selain Allah dalam hal maksiat kepada AllahQS At-Taubah (9):31)
    Artinya: “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
  4. Syirik Mahabbah (Kecintaan)
    menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaanQS Al-Baqarah (2):165
    Artinya: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa , bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya.”Download File Kajian 21 20100412 Ust Fauzan Smua jenis kesyirikan sama dan diperangi zip
    http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Kajian Rutin/Qowaidul_Arba/21-20100412-Ust-Fauzan-Smua_jenis_kesyirikan_sama_dan_diperangi.zip 26 20100517 Ust Fauzan Larangan menyembah batu dan pohon zip 27 20100524 Ust Fauzan Dalil larangan menyembah batu dan pohon zip
    D 2010 05 30 ETJ17 Apakah sama antara maksiat dengan kesyirikan mp3
     24 20100503 Ust Fauzan Larangan menyembah nabi zip
     28 20100531 Ust Fauzan Dzatu anwath zip

Syirik Kecil

tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Isalm
Syirik kecil ada 2 macam:
  1. Syirik Zhahir (nyata)
    syirik kecil yang dalam bentuk ucapan dan perbuatanQS At-Takwir (81):29
    Artinya: “Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.”
  2. Syirik Khafi (tersembunyi)
    syirik dalam hal keiginan dan niat, seperti riya’ (ingin dipuji orang) dan sum’ah (ingin didengar orang)(QS Al-Kahfi (18):110)
    Artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”
Sumber : http://belajar-tauhid.blogspot.com/2007/01/pasal-2-syirik-definisi-dan-jenisnya.html

KEMUDIAN, APA ITU SYIRIK?

Bismillah..
Untuk menyempurnakan pembahasan yang telah lalu tentang apa itu tauhid, maka pada kesempatan kali ini kami menyuguhkan pembahasan tentang lawan dari tauhid, yakni perbuatan syirik.
Pemateri: Al Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi
Syirik adalah memalingkan perkara yang merupakan kekhususan Allah, kekhususan Allah yakni dalam Rububiyyah, Uluhiyah dan Asma wa Sifat. (pembahasan tentang Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma wa Sifat sudah berlalu pada artikel dengan judul “Apa itu Tauhid?”)
Kalau misalkan, ada orang yang mengatakan bahwa dirinya bisa menghidupkan dan mematikan, maka ini disebut syirik, syirik dalam hal Rububiyah.
Atau mengatakan bahwa penghuni kubur bisa memberikan rezeki, ini juga disebut syirik, sebab yang bisa memberi rezeki hanya Allah, jika ada yang meyakini bahwa ada yang bisa memberi rezeki selain dari Allah, maka pelakunya telah kafir keluar dari islam.
SYIRIK TERBAGI DUA
PERTAMA: Syirik Akbar (besar). Syirik Akbar adalah memalingkan ibadah kepada selain Allah, atau memalingkan perkara-perkara yang merupakan kekhususan Allah, dan dalil menunjukkan apabila perkara itu dipalingkan maka mengeluarkan pelakunya dari keislaman. Ini yang disebut dengan syirik akbar, dan syirik akbar termasuk salah satu pembatal keislaman.
KEDUA: Syirik Ashgar (kecil). Syirik Ashgar sama dengan syirik akbar, bedanya adalah dalil menunjukkan bahwa orang yang melakukannya belum keluar dari keislaman.
Contoh Syirik Ashgar adalah bersumpah dengan selain nama Allah (mis: demi langit dan bumi saya bersumpah …), maka ini dihukumi syirik, tapi dalil menunjukkan bahwa ini termasuk syirik kecil bukan syirik besar.
PERBEDAAN SYIRIK KECIL DAN SYIRIK BESAR SECARA GLOBAL
PERBEDAAN PERTAMA: Syirik akbar pelakunya dihukumi keluar dari islam, adapun syirik ashgar pelakunya tidak dihukumi keluar dari islam tapi ia berdosa dengan dosa yang paling besar lebih besar daripada maksiat. Orang yang berbuat syirik ashgar itu lebih berbahaya dari pada orang yang berzina, berjudi, membunuh, dll. Contoh syirik ashgar: menggantungkan jimat, bersumpah dengan selain nama Allah, dll.
PERBEDAAN KEDUA: Orang yang melakukan syirik akbar, maka akan hancur (terhapus) seluruh amalannya. Syirik ashgar tidak menghapuskan seluruh amalan, yang hancur adalah amalan yang dimasuki syirik ashgar saja.
PERBEDAAN KETIGA: Orang yang melakukan syirik akbar akan dikekalkan di dalam neraka. Syirik ashgar pelakunya tidak kekal di dalam neraka, jika dia masuk ke dalam neraka maka dia disiksa sesuai dengan kadar dosanya, setelah itu dimasukkan ke dalam sorga.
Sumber: transkrip dari pembukaan dauroh qawa’idul arba’ dengan pemateri Al Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi –hafidzhahullaahu ta’aala-
More aboutMemahami Syirik Dalam Islam