Tampilkan postingan dengan label tarikh tasyri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarikh tasyri. Tampilkan semua postingan

Historiografi, Kebudayaan Islam Dan Perkembangan Masuknya Islam Ke Indonesia

Posted by Rumah Subsidi Malang

Definisi Historiografi :

Sejarah memiliki banyak ma’na secara bahasa maupun istilah. Secara : Bahasa inggris (history) yang berarti : sejarah, Bahasa belanda (historie) yang berarti : sejarah, Bahasa arab (sajratun) yang berarti menunjukkan arti pohon. Apabila digambarkan secara sistematik, sejarah hampir sama dengan pohon, memiliki cabang dan ranting, bermula dari sebuah bibit, kemudian tumbuh dan berkembang lalu layu dan tumbang. Seirama dengan kata sejarah adalah silsilah, kisah, hikayat yang berasal dari bangsa arab.

   Jadi definisi historiografi yaitu penulisan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh manusia yang terjadi pada masa lampau. Yang mana dituliskan kembali oleh para ahli dengan penulisan yang rinci dah mudah dipahami. Sebelum melakukan penulisan sejarah maka penulis harus melakuka penggalian sejarah yang pada umumnya menggunakan metode lisan, observasi, dokumenter, buku-buku sejarah dan lain sebagainya.

·           Definisi kebudayaan islam :

Di dalam Kamus Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.

Uraian :

Hubungan Islam dan Budaya Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamika ilahi. Bahkan menurut Hegel, keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu, tata hukum, tatanegara, kesenian, dan filsafat tak lain daripada proses realisasi diri dari roh ilahi. Sebaliknya sebagian ahli, seperti Pater Jan Bakker, dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya, karena menurutnya, bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya, sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Keyakinan ini disebut Iman, dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan, sedang kebudayaan merupakan karya manusia. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan.

·           Konsep kebudayaan islam :

Nabi Muhammad S.A.W merupakan teladan yang baik sekali dalam melaksanakan kebudayaan seperti dilukiskan dalam Al-Quran, bahwa bagaimana rasa persaudaraannya terhadap seluruh umat manusia dengan cara yang sangat tinggi dan sungguh-sungguh itu dilaksanakan. Saudara-saudara Nabi di Mekah semua sama dengan beliau sendiri dalam menanggung duka dan sengsara. Bahkan Nabi sendiri yang lebih banyak menanggungnya. Sesudah hijrah ke Madinah, dipersaudarakannya orang-orang Muhajirin dengan Anshar sedemikian rupa, sehingga mereka berada dalam status saudara sedarah. Persaudaraan sesama orang-orang beriman secara umum itu adalah persaudaraan kasih-sayang untuk membangun suatu sendi kebudayaan yang masih muda waktu itu. Yang memperkuat persaudaraan ini ialah keimanan yang sungguh-sungguh kepada Allah dengan demikian kuatnya sehingga dibawanya Nabi Muhammad kedalam komunikasi dengan Tuhan, Zat Yang Maha Agung.

·           ANALISIS :

Dari definisi dan uraian diatas dapat diungkapkan sejarah merupakan peristiwa yang terjadi dimasa lalu, sekarang dan masa depan yang berawal dari satu peristiwa sehingga muncul beberapa peristiwa lainnya yang diceritakan  secara berurutan baik berupa kemunduran maupun kemajuan, seperti diibaratkan sebuah pohon.

Historiografi  dibuat dengan metode periodesasi yang mana peristiwa-peristiwa yang terjadi masa lampau diceritakan secara berurutan. Contonya pada sejarah Masuknya Kebudayaan Islam di Nusantara yang mana dalam penulisannya melihat dari kapan dan siapa pembawanya, jalur apa yang dilalui, kota yang disinggahi oleh pembawa hingga menyebar diseluruh nusantara, dan seterusnya.

·           KESIMPULAN

Sejarah berasal dari beberapa bahasa yang memiliki persamaan makna, dari bahasa inggris berupa history, dari bahasa Belanda historie dan dari bahasa Arab sajaratun dan tarikh. Sedangkan istilah secara umum merupakan gambaran peristiwa yang telah dicatat/didokumentasikan oleh para ahli sehingga dapat dipelajari dan diketahui oleh semua orang.

Kebudayaan merupakan hasil karya, karsa, cipta manusia baik berupa karya seni, sastra, ukir dan sebagainya. Konsep dari kebudayaan Islam menganut dari Al-Qur’an dan As-Sunnah seperti yang telah disampaikan Nabi Muhammad SAW.  Islam datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya, sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan.

MASUK DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA DAN JUGA TEORI-TEORI MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA

·           Perkembangan Masuknya Islam Di Indonesia Secara Makro :

Agama Islam berasal dari tanah Arab dan dari tanah Arab berkembanglah agama Islam kemana-mana, diantaranya ke Gujarat (India) dan Persia. Demikian pula berangsur-angsur meluas kearah timur hingga Semenanjung Malaka. Mengenai masuknya Islam ke Indonesia tidak diketahui secara pasti.

a.      Teori Mekah

Teori Mekah mengatakan bahwa proses masuknya Islam ke Indonesia adalah langsung dari Mekah atau Arab. Proses ini berlangsung pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 M. Tokoh yang memperkenalkan teori ini adalah Haji Abdul Karim Amrullah atau HAMKA, salah seorang ulama sekaligus sastrawan Indonesia. Hamka mengemukakan pendapatnya ini pada tahun 1958, saat orasi yang disampaikan pada dies natalis Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN) di Yogyakarta. Ia menolak seluruh anggapan para sarjana Barat yang mengemukakan bahwa Islam datang ke Indonesia tidak langsung dari Arab. Bahan argumentasi yang dijadikan bahan rujukan HAMKA adalah sumber lokal Indonesia dan sumber Arab. Menurutnya, motivasi awal kedatangan orang Arab tidak dilandasi oleh nilainilai ekonomi, melainkan didorong oleh motivasi spirit penyebaran agama Islam. Dalam pandangan Hamka, jalur perdagangan antara Indonesia dengan Arab telah berlangsung jauh sebelum tarikh masehi.

b.      Teori Gujarat

Teori Gujarat mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 H atau abad ke-13 M. Gujarat ini terletak di India bagain barat, berdekaran dengan Laut Arab. Tokoh yang menyosialisasikan teori ini kebanyakan adalah sarjana dari Belanda. Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah J. Pijnapel dari Universitas Leiden pada abad ke 19. Menurutnya, orang-orang Arab bermahzab Syafei telah bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal Hijriyyah (abad ke-7 Masehi), namun yang menyebarkan Islam ke Indonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang Arab langsung, melainkan pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke dunia timur, termasuk Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya, teori Pijnapel ini diamini dan disebarkan oleh seorang orientalis terkemuka Belanda,Snouck Hurgronje. Menurutnya, Islam telah lebih dulu berkembang di kota-kota pelabuhan Anak Benua India. Orang-orang Gujarat telah lebih awal membuka hubungan dagang dengan Indonesia dibanding dengan pedagang Arab. Dalam pandangan Hurgronje, kedatangan orang Arab terjadi pada masa berikutnya. Orang-orang Arab yang datang ini kebanyakan adalah keturunan Nabi Muhammad yang menggunakan gelar “sayid” atau “syarif ” di di depan namanya.

c.       Teori Persia

Teori Persia mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari daerah Persia atau Parsi (kini Iran). Pencetus dari teori ini adalah Hoesein Djajadiningrat, sejarawan asal Banten. Dalam memberikan argumentasinya, Hoesein lebih menitik beratkan analisisnya pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain: tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro sebagai hari suci kaum Syiah atas kematian Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad, seperti yang berkembang dalam tradisi tabut di Pariaman di Sumatera Barat. Istilah “tabut” (keranda) diambil dari bahasa Arab yang ditranslasi melalui bahasa Parsi.

Berikut beberapa sumber sejarah yang menjadi bukti masuknya Islam ke Indonesia.

1.         Perkampungan Islam yang terdapat disekitar Selat Malaka pada abad ke-7 dan ke-8

2.         Batu bersurat pada sebuah makam seorang wanita muslim di Leran Gresik Jawa Timur, atas nama Fatimah binti Ma'imun, berangka tahun 475 H (1082 M)

3.         Catatan kisah perjalanan Marcopollo (Musafir Venesia) yang singgah di Perlak Aceh Utara tahun 1292 M

4.         Batu nisan makam Sultan Malik al-Saleh, raja Samodra Pasai yang berangka tahun 1345 M

·           Analisa :

Melihat dari beberapa teori yang telah dikemukakan tentang masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia masih belum bisa dipastikan melalui apa dan dari mana sebenarnya awal mula Islam di Indonesia ini. Dari ke 3 teori yang ada dapat dikemukakan masuknya Islam melalui 3 pandangan yang berbeda, ada yang mengatakan Islam masuk melalui perdagangan, melihat kebudayaan yang sama dengan kebudayaan Persia, dan ada juga yang melihat dari batu nisan yang sama dengan wilayah Arab. Proses masuknya Islam di Indonesia melalui perdagangan, perkawinan, dan pendidikan

·           Kesimpulan :

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masuk dan berkembangnya islam di Nusantara adalah berdasarkan tiga teori ( teori mekkah, persia dan gujarat) dan melalui tiga proses yaitu pernikahan, perdagangan dan pendidikan. Dan terbukti dengan adanya beberapa perkampungan islam pada abad ke-7, adanya kesamaan budaya indonesia dengan persia dan adanya kemiripan batu nisan yang terdapat di indonesia dan di mekkah.

RUANG LINGKUP KEBUDAYAAN ISLAM DAN KEDUDUKAN MATA KULIAH SPI DALAM KURIKULUM PRODI PAI SECARA MIKRO

·           Ruang Lingkup

Karena Islam lahir di Arab, maka isi dari sejarah kebudayaan Islam membahas tentang riwayat Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa wahyu Tuhan.

1.      Sebelum Nabi dilahirakan yakni apa saja yang berkembang menjelang Rasulullah lahir yang dipengaruhi oleh budaya bangsa-bangsa disekitarnya yang lebih awal maju daripada kebudayaan dan peradaban Arab. Pengaruh tersebut melalui beberapa jalur :

a.       Hubungan dagang dengan bangsa lain, seperti bangsa Syiria,Persia, Mesir dan Romawi yang telah mendapat pengaruh Hellenisme ( kebudayaan Yunani dulu yang mempengaruhi perkembangan fikir ).

b.      Melalui kerajaan protektorat, seperti kerajaan Hirah dibawah perlindungan Persia dan kerajaan Ghassa dibawah perlindungan Romawi.

c.       Masuknya misi Yahudi dan Kristen, tapi meski agama Yahudi dan Kristen sudah masuk ke Arab, bangsa Arab kebanyakan masi menganut agama asli mereka yakni menyembah berhala.

2.      Riwayat Rasulullah dilahirkan sampai beliau wafat, yakni sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad dari kelahirannya dalam keadaan yatim menjadi yatim piatu sampai beliau mendapat wahyu dari Tuhan dan berdakwah menyebarkannya hingga beliau wafat.

3.      Kemajuan Islam yang diteruskan oleh para sahabat seperti masa khulafaurrasyidin, bani Umayyah, dan bani Abbasiyah.

4.      Masa disentrigasi yakni adanya dinasti-dinasti yang memerdekakan diri dari kekuasaan bani Abbasiyah.

5.      Masa kemunduran yakni masa dimana adanya persaingan antar bangsa, kemerosotan ekonomi, koflik keagaman dan lain-lain.

6.      Penyebaran Islam di belahan dunia barat dan lainnya, seperti Islam di Spanyol dan pengaruhnya di Eropa, di Asia dan lainnya.

·      Kedudukan SPI dalam Prodi PAI

Mata kuliah ini didesain untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara komprehensif hakikat sejarah kebudayaan Islam di Indonesia dan tujuan umum mempelajari sejarah kebudayaan Islam sebagai nilai dan ajaran Islam yang diambil baik langsung maupun tidak langsung dari sumber Al-Qur’an dan As-Sunnah melalui pemikiran tindakan dan interaksi umat Islam dengan budaya lokal (Indonesia) serta mampu mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa sejarah dan mampu mengkaitkan relevansinya dengan problem dan tantangan kontemporer yang dipahami umat Islam dan kemanusiaan secara global. Serta untuk mempersiapkan mahasiswa para calon pendidikan PAI dalam mata pelajaran SKI agar lebih siap untuk mengajar para siswa-siswa khususnya di lingkungan Madrasah Aliyah.

·         Analisis

Ruang lingkup sejarah kebudayaan Islam diawali ketika Nabi Muhammad SAW hidup- wafat, para sahabat, dinasti Umayyah dan Abasiyyah sampai penyebaran Islam di wilayah Eropa hingga ke seluruh penjuru dunia. Pentingnya mahasiswa jurusan PAI fakultas Tarbiyah UIN MALIKI Malang untuk mempelajari SKI II guna membekali diri tentang pengetahuan sejarah kebudayaan Islam agar lebih siap ketika terjun ke sekolah langsung dalam lingkup Madrasah Aliyah.

·           Kesimpulan

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwasannya mata kuliah SKI II merupakan kurikulum khusus Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang dengan target mempersiapkan mahasiswa untuk lebih siap terjun menjadi pendidik di lingkup madrasah Aliyah.

Ruang lingkup pembelajaran SKI yakni di mulai dari sejarah Nabi Muhammad serta peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masa lampau hingga perkembangan islam di seluruh penjuru dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Karim, Abdul. 2007. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Jogjakarta: Pustaka Book Publisher.

Mubarok, Jaih. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Islamika.

Yatim, Badri. 2005. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.

Saifullah. 2010. Sejarah dan Kebudayaan Islam di Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet.1.

Munir Amin, Samsul. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Wonosobo: PT. Amzah
More aboutHistoriografi, Kebudayaan Islam Dan Perkembangan Masuknya Islam Ke Indonesia

Review Masa Kejayaan Abbasiyah

Posted by Rumah Subsidi Malang



Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan kejayaan islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman itu umat islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Pada zaman pemerintahan daulah abbasiyah, proses pengalihan ilmu pengetahuan dilakukan dengan cara penterjemahan berbagai buku karangan bangsa-bangsa terdahulu, seperti buku-buku karya bangsa-bangsa yunani, romawi, dan Persia, serta sumber dari berbagai naskah yang ada dikawasan timur tengah dan afrika, seperti Mesopotamia dan mesir.
Gerakan membangun ilmu secara besar-besaran dirintis oleh khalifah ja`far al Mansur, setelah ia mendirikan kota Baghdad (144 H/ 762 M) dan menjadikannya sebagai ibu kota Negara. Ia menarik banyak ulama dan para ahli diberbagai daerah untuk tinggal di Baghdad. Ia merangsang usaha pembukuan ilmu agama seperti fiqh, tafsir, tauhid atau ilmu-ilmu lain seperti bahasa dan ilmu sejarah. Akan tetapi yang lebih mendapat perhatian adalah penerjemahan ilmu yang berasal dari luar. Namun begitu secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa Harun al Rasyid dan putranya al Makmun.
Di antara banyak ahli yang berperan dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan adalah kelompok Mawali, seperti orang-orang Persia. Pada masa itu, pusat-pusat kajian ilmiah bertempat dimasjid-masjid, misalnya masjid basrah. Di masjid ini terdapat kelompok study yang disebut halaqat al jadl, halaqat al fiqh, halaqat at tafsir wal hadits, halaqat al riyadiyat, halaqat lil syi`ri wal adab, dan lain sebagainya. Banyak orang dari berbagai suku bangsa yang dating kepertemuan itu, dengan demikian berkembanglah kebudayaan dan ilmu pengetahuan dalam islam.


A.    Kemajuan Ilmu Agama Pada Masa Bani Abbas
Dibidang ilmu-ilmu agama, era abbasiyah mencatat dimulainya sistemasi beberapa cabang keilmuan seperti Tafsir, Hadits, dan Fiqh. Khususnya sejak tahun 143 H. para ulama mulai menyusun buku dalam bentuknya yang sistematis baik dibidang ilmu tafsir, hadits, maupun ilmu fiqh.
Diantara ulama tersebut yang terkenal adalah ibnu juraij (w.150 H) yang menulis kumpulan hadisnya dimekah, Malik Ibn Anas (w.171 H) yang menulis al muwatta` nya di madinah, Al Awza`I di wilayah syam, Ibn Abi Urubah dan Hammad Ibn salamah di Basrah, Ma`mar di Yaman, Sufyan Al Tsauri di kufah, Muhamad Ibn Ishaq (w.175 H) yang menulis buku sejarah (Al Maghazi) Al Layts Ibn Sa`ad (w.175 H) serta Abu Hanifah.
Ilmu naqli adalah ilmu yang bersumber dari Naqli (Al Quran dan Hadits), yaitu ilmu yang berhubungan dengan agama Islam. Ilmu-ilmu itu diantaranya :
1.    Ilmu Tafsir
Al Quran adalah sumber utama dalam agama islam. oleh karena itu semua perilaku umat islam harus berdasarkan kepadanya, hanya saja tidak semua bangsa Arab memahami arti yang terkandung di dalamnya. Maka bangunlah para sahabat untuk menafsirkan.
Ada dua cara penafsiran, yaitu : yang pertama, tafsir bi al ma`tsur, yaitu penafsiran Al Quran berdasarkan sanad meliputi Al Quran dengan Al Quran, Al Quran dengan AL Hadits. Yang kedua, tafsir bi ar ra`yi, yaitu penafsiran Al Quran dengan mempergunakan akal dengan memperluas pemahaman yang terkandung didalamnya.
Ahli tafsir bi al ma`tsur dipelopori oleh As Subdi (w.127 H), Muqatil bin Sulaiman (w.150 H), dan Muhamad Ishaq. Sedangkan tafsir bi ar ra`yi banyak dipelopori oleh golongan Mu`tazilah. Mereka yang terkenal antara lain Abu Bakar al Asham (w.240 H), Abu Muslim al Asfahani (w.522 H) dan Ibnu Jarwi al Asadi (w.387 H).
2.    Ilmu Hadits
Hadis adalah sumber hukum islam yang kedua setelah Al Quran. Karena kedudukannya itu, maka setiap muslim selalu berusaha untuk menjaga dan melestarikannya. Pada masa Abbasiyah, kegiatan pengkodifikasian/ pembukuan Hadits dilakukan dengan giat sebagai kelanjutan dari usaha para ulama sebelumnya. Sejarah penulisan hadis-hadis Nabi memunculkan tokoh-tokoh seperti Ibn Juraij, Malik ibn Anas, juga Rabi` ibn Sabib (w.160 H) dan ibn Al Mubarak (w.181 H).
Selanjutnya pada awal-awal abad ketiga, muncul kecenderungan baru penulisan hadits Nabi dalam bentuk musnad. Di antara tokoh yang menulis musnad, antara lain Ahmad ibn Hanbal, ~Ubaydullah ibn Musa al `Absy al Kufi, Musaddad ibn Musarhad al Basri, Asad ibn Musa al Amawi dan Nu’aim ibn Hammad al Khuza’I, perkembangan penulisan hadits berikutnya, masih pada era Abbasiyah, yaitu mulai pada pertengahan abad ketiga, muncul ternd baru yang bisa dikatakan sebagai generasi terbaik sejarah penulisan Hadits, yaitu munculnya kecenderungan penulisan Hadits yang di dahului oleh tahapan penelitian dan pemisahan hadits-hadits sahih dari yang dha’if sebagaimana dilakukan oleh al Bukhari (w.256 H), Muslim (w.261 H), Ibn Majah (w.273 H), Abu Dawud (w.275 H), Al Tirmidzi (w.279 H), serta Al Nasa’I (w.303 H), yang karya-karya haditsnya dikenal dengan sebutan kutubu al sittah.
3.    Ilmu Fiqh
Ilmu fiqh pada zaman ini juga mencatat sejarah penting, dimana para tokoh yang disebut sebagai empat imam mazhab fiqh hidup pada era tersebut, yaitu Abu Hanifah (w.150 H), Malik ibn Anas (w.179 H), Al Shafi’I (w.204 H), dan Ahmad ibn Hanbal (w.241 H). dari sini memunculkan dua aliran yang berbeda dalam metode pengambilan hukum, yaitu ahli Hadits dan ahli Ra`yi. Ahli hadits dalam pengambilan hukum, metode yang dipakai adalah mengutamakan hadits-hadits nabi sebagai rujukan dalam istinbat al ahkam. Pemuka aliran ini adalah Imam Malik dengan pengikutnya, pengikut imam Syafi’I, pengikut Sufyan, dan pengikut Imam Hanbali. Sedangkan ahli ra’yi adalah aliran yang memepergunakan akal dan fikiran dalam menggali hukum. Pemuka aliran ini adalah Abu Hanifah dan teman-temannya fuqaha dari Iraq.
4.    Ilmu Tasawuf
Ilmu tasawuf yaitu ilmu syariat. Inti ajarannya ialah tekun beribadah dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, meninggalkan atau menjauhkan diri dari kesenangan dan perhiasan dunia. Dalam sejarahnya sebelum muncul aliran Tasawuf, terlebih dulu muncul aliran Zuhud. Aliran ini muncul pada akhir abad I dan permulaan abad II H, sebagai reaksi terhadap hidup mewah khalifah dan keluarga serta pembesar-pembesar Negara sebagai akibat kejayaan yang diperoleh setelah islam meluas ke Syria, mesir, Mesopotamia, dan Persia.
Aliran zuhud mulai nyata kelihatan di kufah. Sedangkan dibasrah sebagai kota yang tenggelam atas kemewahan, aliran zuhud mengambil corak yang lebih ekstrim. Zahid yang terkenal disini adalah Hasan al Bisri dan Rabi’ah al Adawiyah.
Bersamaan dengan lahirnya ilmu tasawuf muncul pula ahli-ahli dan ulama-ulamanya, antara lain adalah al Qusyairy (w.465 H), kitab beliau yang terkenal adalah ar risalatul Qusy Airiyah; Syahabuddari, yaitu abu Hafas Umar ibn Muhammad Syahabuddari Sahrowardy (w.632 H), kitab karangannya adalah Awwariffu Ma’arif; Imam Ghazali (w.502 H), kitab karangannya antara lain : al Basith, Maqasidul, mFalsafah, al Manqizu Minad Dhalal, Ihya Ulumuddin, Bidajatul Hidayah, Jawahirul Quran, dan lainsebagainya.
5.    Ilmu Bahasa
Pada masa bani Abbasiyah, ilmu bahasa tumbuh dan berkembang dengan suburnya, karena bahasa Arab semakin dewasa dan menjadi bahasa internasional. Ilmu bahasa memerlukan suatu ilmu yang menyeluruh, yang dimaksud ilmu bahasa adalah : nahwu, sharafi, ma’ani, bayan, bad’arudh, qamus, dan insya’.
Di antara ulama yang termasyhur adalah :
a. Sibawaihi (w.153 H).
b. Muaz al Harro (w.187 H), mula-mula membuat tashrif.
c. Al Kasai (w.190 H), pengarang kitab tata bahasa
d. Abu Usman al Maziny (w.249 H), karangannya banyak tentang nahwu.

B.    Kemajuan Filsafat Pada Masa Bani Abbasiyah
Banyak golongan pemikir lahir pada zaman ini, banyak diantara mereka bukan islam dan bukan arab muslim. Mereka ini memainkan peranan yang penting dalam menterjemahkan dan mengembangkan karya kesusastraan yunani dan hindu, dan ilmu zaman pra islam kepada mmasyarakat Kristen eropa.
Penerjemahan buku-buku yunani adalah salah satu factor dalam gerakan intelektual ytang dibangkitkan dalam dunia islam abad ke 9, dan terus berlanjut sampai abad ke 12. Memang ada juga terjemahan-terjemahan lain, terutama buku-buku india yang sebelumnya diterjemahkan dalam bahasa pahlevi. Tetapi rangsangan awal berasal dari bahasa yunani. Sumbangan mereka ini menyebabkan seorang ahli filsafat yunani yaitu aristoteles terkenal di eropa.
Namun penting untuk memandang pengaruh yunani dalam perspektif yang benar. Setelah kitab-kitab filsafat yunani diterjemahkan kedalam bahasa arab pada masa pemerintahan khalifah Harun al Rasyid dan Al Ma’mun, kaum muslimin sibuk mempelajari ilmu filsafat, bahkan menafsirkan dan mengadakan perubahan serta perbaikan sesuai dengan ajaran islam. oleh sebab itu, lahirlah filsafat islam yang akhirnya menjadi bintangnya dunia filsafat.
Bagi orang arab, filsafat merupakan pengetahuan tentang kebenaran dalam arti yang sebenarnya, sejauh hal itu bisa dipahami oleh pikiran manusia secara khusus, nuansa filsafat mereka berasal dari nuansa tradisi filsafat yunani, yang di modifikasi dengan pemikiran para penduduk diwilayah taklukan, serta pengaruh-pengaruh timur lainya, yang disaesuaikan dengan nilai-nilai islam, dan diungkapkan dengan bahasa Arab.
Filosof pertama adalah Al Kindi atau Abu Yusuf Ibn Ishaq, ia memperoleh gelar “filosof bangsa arab”, dan ia memang merupakan representasi pertama dan yang terakhir dari murid Aristoteles di dunia timur yang murni keturunan Arab. System pemikirannya beraliran ekletisisme, namun al Kindi menggunakan pola Neo Platonis untuk menggabungkan pemikiran Plato dan Aristoteles, serta menjadikan matematika Neo Phytagoren sebagai landasan ilmu.
Proyek harmonisasi antara filsafat yunani dengan islam, yang dimulai oleh al Kindi, seorang keturunan Arab, beliau menganut aliran Mu’tazilah dan kemudian belajar filsafat. Al Nadim dan al Dafthi menyebutkan karangan al Kindi sebanyak 238 buah yang berisi filsafat, logika, ilmu hitung, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa, ilmu politik, optic, ilmu matematika, dan lain sebagainya. Kemudian dilanjutkan oleh al Farabi, seorang keturunan Suriah. Di samping sejumlah komentar terhadap Aristoteles dan filosof yunani lainnya, al Farabi juga menulis berbagai karya tentang psikologi, politik, dan metafisika. Salah satu karya terbaiknya adalah Risalah Fushsush al Hakim (Risalah Mutiara Hikmah) dan Risalah fi Ara Ahl al Madinah al Fadhilah (Risalah tentang pendapat penduduk kota ideal)

C.    Kemajuan Sains Pada Masa Bani Abbasiyah
Kemajuan yang dicapai oleh umat islam di era Abbasiyah tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu agama dan filsafat, melainkan juga disertai dengan kemajuan ilmu-ilmu sains. Bahkan jika dicermati, kemajuan sains di dunia islam mendahului perkembangan ilmu filsafat yang juga berkembang pesat di era abbasiyah. Hal ini bisa jadi buah dari kecenderungan bangsa arab saat itu yang lebih mengutamakan penerjemahan buku-buku sains yang memiliki implikasi kemanfaatan secara langsung bagi kehidupan mereka (dzat al atsar al maddi fi hayatihim) di banding buku-buku olah piker (filsafat).
Kemajuan yang dicapai pada era ini telah banyak memberikan sumbangan besar kepada peradaban manusia modern dan sejarah ilmu pengetahuan masa kini. Dalam bidang matematika misalnya, ada Ibn Muhammad Musa al Khawarizmi, swang pencetus ilmu algebra. Algoritma, salah satu cabang matematika bahkan juga di ambil dari namanya.
Astronomi juga merupakan ilmu yang mendapat perhatian besar dari kaum muslimin era abbasiyah yang di dukung langsung oleh khalifah Al Mansur yang juga sering disebut sebagai astronom. Penelitian dibidang astronomi oleh kaum muslimin di mulai pada era Al Mansur ketika Muhamad Ibn Ibrahim al fazari menerjemahkan buku “siddhanta” (yang berarti pengetahuan melalui matahari) dari bahasa sanskerta ke dalam bahasa Arab.
Seorang ahli astronomi lainnya yang terkenal pada masa itu adalah Abu al Abbas Ahmad al Farghani dari Farghana Transoxiana, karya utama al Farghani adalah, al Mudkhil ila Ha ‘ilm Haya’ah Al Aflak diterjemahkan dalam bahasa latin oleh john dari Seville dan Gerard dari Cremona. Dalam versi bahasa Arab, buku itu ditemukan dengan judul yang berbeda. Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir al Battani, seorang sabi’in dari Harran, dan seorang ahli astronomi bangsa saba yang terbesar pada masanya, bahkan yang terbesar pada masa islam, telah melakukan berbagai observes dan kajian raqqah.
Al Battani adalah seorang peneliti kawakan. Ia mengoreksi beberapa kesimpulan ptolemius dalam karya-karyanya, dan memperbaiki perhitungan orbit bulan. Juga beberapa planet, ia membuktikan kemungkinan terjadinya gerhana matahari cincin. Menentukan sudut ekliptik bumi dengan tingkat keakuratan yang lebih besar, dan mengemukakan berbagai teori orisinal kemungkinan munculnya bulan baru.
Pada era harun al Rasyid dan al Makmun, sejumlah teori-teori astronomi kuno dari yunani direvisi dan dikembangkan lebih lanjut. Tokoh astronom muslim yang terkenal pada masa era abbasiyah antara lain Al Khawarizmi, Ibn Jabir al Battani (w.929 H), Abu Rayhan al Biruni (w.1048 H), serta Nasir al Din al Tusi (w.1274 H)
Sedangkan ilmu fisika telah dikembangkan oleh Ibn al Haytsam atau yang dikenal dibarat dengan sebutan Alhazen. Beliau pula yang mengembangkan teori-teori awal metodologi sains ilmiah melalui eksperimen. Untuk itu beliau diberi gelar sebagai the real founder of physics, Ibn al Haytsam juga dikenal sebagai bapak ilmu optic, serta penemu teori tentang fenomena pelangi dan gerhana.
Di bidang ilmu kimia di era abbasiyah mengenal nama-nama semisal Jabir ibn Hayyan (atau geber di barat) yang menjadi pioneer ilmu kimia modern. Selain itu ada Abu Bakr Zakariya al Razy yang pertama kali mampu menjelaskan pembuatan asam garam (sulphuric acid) dan alcohol. Dari para pakar kimia muslim inilah sejumlah ilmuwan barat seperti Roger Bacon yang memperkenalkan metode empiris ke eropa dan Isaac Newton banyak belajar.
Dalam bidang kedokteran muncul tokoh-tokoh seperti Al Kindi yang pertamakali mendemontrasikan penggunaan ilmu hitung dan matematika dalam dunia medis dan farmakologi. Atau ada juga Al Razi yang menemukan penyakit cacar (smallpox). Al Khawarizmi, Ibnu Sina dan Lain-lain. Disebutkan pula, sebagai bukti lain yang menggambarkan kemajuan ilmu kedokteran era Abbasiyah, bahwa pada zaman khalifah Al Muqtadir Billah (907-932 M/295-390 H) terdapat sekitar 860 orang yang berprofesi sebagai dokter.
Di samping itu kemajuan beberapa disiplin ilmu sains sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, umat islam era abbasiyah juga mengalami kemajuan ilmu dibidang ilmu lainnya seperti biologi, geografi, arsitektur, dan lainnya yang tidak penulis jelaskan seluruhnya dalam makalah ini. Hal ini bisa menjadi bukti bahwa sains pada era abbasiyah memang begitu berkembang meskipun mulai periode kedua sudah mulai mengalami kemunduran, khususnya dalam bidang politik dan kekhilafahan.
Era keemasan bani abbasiyah juga mencatat penemuan-penemuan dan inovasi penting yang sangat berarti bagi manusia. Salah satu di antaranya adalah pengembangan teknologi pembuatan kertas. Kertas yang pertama kali ditemukan dan digunakan dengan sangat terbatas oleh bangsa cina berhasil dikembangkan oleh umat muslim era abbasiyah, setelah teknologi pembuatannya dipelajari melalui para tawanan perang dari cina yang berhasil di tangkap setelah meletusnya perang talas.
Setelah itu kaum muslim berhasil mengembangkan teknologi pembuatan kertas tersebut dan mendirikan pabrik kertas di Samarkand dan Baghdad. Hingga pada tahun 900 M di Baghdad terdapat ratusan percetakan yang mempekerjakan para tukang tulis dan penjilid buku untuk membuat buku. Perpustakaan-perpustakaan umum saat itu mulai bermunculan. Dari Baghdad teknologi pembuatan kertas kemudian menyebar hingga fez dan akhirnya masuk ke eropa melalui Andalusia pada abad ke 13 M.


Sumber Artkel
Musripah, Susanto, Sejarah Islam Klasik, (Jakarta) : Kencana, 2002)
Faksain M Fa`al, Sejarah Kekuasaan Islam, (Jakarta : Artha Rivera,1998)

More aboutReview Masa Kejayaan Abbasiyah

Perkembangan Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Posted by Rumah Subsidi Malang

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW status sebagai Rasulullah tidak dapat diganti oleh siapapun (khatami al-anbiya’ wa al-mursalin), tetapi kedudukan beliau yang kedua sebagai pimpinan kaum muslimin harus segera ada gantinya. Orang itulah yang dinamakan “Khalifah” artinya yang menggantikan Nabi menjadi kepala kaum muslimin (pimpinan komunitas Islam) dalam memberikan petunjuk ke jalan yang benar dan melestarikan hukum-hukum Agama Islam. Dialah yang menegakkan keadilan yang selalu berdiri diatas kebenaran.Maka setelah Nabi Muhammad SAW wafat, pemuka-pemuka Islam segera bermusyawarah untuk mencari pengganti Rasulullah SAW.[1]
Khalifah Ar-Rasyidin atau Khulafa'ur Rasyidin adalah empat khalifah pertama dalam tradisi Islam Sunni, sebagai pengganti Muhammad, yang dipandang sebagai pemimpin yang mendapat petunjuk dan patut dicontoh. Mereka semuanya adalah sahabat dekat Nabi Muhammad SAW, dan penerusan kepemimpinan mereka bukan berdasarkan keturunan, suatu hal yang kemudian menjadi ciri-ciri kekhalifahan selanjutnya.[2]
Khilafah Rasyidah merupakan pemimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, dimana sistem pemerintahan yang diterapkan adalah pemerintahan yang demokratis.[3] keempat khalifah memimpin umat islam masing-masing selama::
1. Abu Bakar Ash-Shidiq ra ( 11-13 H / 632-634 M)
2. Umar bin Khatab ra (13-24 H /634-644 M)
3. Utsman bin Affan ( 24-36 H / 644-656 M )
4. Ali bin Abi Thalib
[1] .......Islam Masa Khulafaur Rasyidin......
[2] Anonim. Khulafaur Rasyidin. dari Wikipedia Bahasa Indonesia.www.wikipedia.co.id/khulafaur rasyidin [3] Yanwar. Sejarah Pemikiran Islam. http://one.indoskripsi.com/category/mata- kuliah/sejarah-pemikiran-islam.
More aboutPerkembangan Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia

Posted by Rumah Subsidi Malang


  1.Sejarah Pendidikan Islam.
Secara etimologis pendidikan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab “Tarbiyah” dengan kata kerjanya “Robba” yang berarti mengasuh, mendidik, memelihara.(Zakiyah Drajat, 1996: 25)  Menurut pendapat ahli, Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. (Hasbullah,2001: 4)Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan. (Ngalim Purwanto, 1995:11).
More aboutSejarah Pendidikan Islam di Indonesia

Sejarah Masuknya Islam ke Afrika 2

Posted by Rumah Subsidi Malang

Bangsa Berber adalah bangsa asli Afrika Utara, sebelah barat Mesir. Mereka terdiri dari berbagai suku tetapi berhasil mempertahankan kebudayaan mereka, bahasa Hamitik mereka dan kekuatan militer melawan upaya penjajahan berturut2 terhdp tanah air mereka. Afrika Utara pernah dijajah kaum ‘Phoenicia’ (yg kemudian menjadi Carthaginia), disusul dgn Kerajaan Romawi, bangsa Vandal/Perusak (salah satu suku Jerman yg menghancurkan Kerajaan Romawi), Bizantin dan akhirnya Arab. Suku2 asing lainnya, Yunani dan Yahudi juga pernah menguasai bagian2 Afrika.

Abad 7, bangsa Berber dijajah Bizantin. Kota kuno Carthage adalah ibukota Bizantin di Afrika. Ada Berber yg Kristen (dgn unsur2 berhala), ada yg Yunani, dan ada yg masih memeluk agama nenek moyang mereka, polytheisme. Sebelum akhir abad ke 7 itu, tragedy menimpa bagian dunia tsb. Kaum Bizantin dikalahkan dan didepak dari Afrika oleh arus tentara Arab yg tumpah dari jazirah Arab dan membumi-ratakan apapun yg mereka lewati. Invasi Arab terhdp Mesir yg dimulai th 639 juga meluas ke Libya pd th 642 dan th 643, gerombolan2 Arab mulai mencabik-cabik tanah Berber. Mereka yg pernah beradu pedang dng bangsa Vandal Visigoth, Romawi, Yunani, menghadapi musuh yang jauh lebih tinggi derajad kebiadabannya, hala yg belum pernah dialami kaum Berber. Karena penyerahan diri pada penjajah ini bukan hanya menuntut penyerahan wilayah, tetapi [b]juga agama, bahasa dan identitas.


Setelah kematian si bandot Mohamad pd th 632, Muslim hanya menguasai wilayah Arab. 10 tahun kemudian mereka mencaplok Syria (635-636), Palestina (638-640), dan Mesir (639-642) dari Bizantin dan lalu Iraq (635-637) dan kemudian Persia (637-642).

Kemanapun mereka datang, disitulah mereka memaksakan penduduk asli utk menjadi Muslim dan berbahasa Arab. Orang2 yg diganti agamanya lupa total akal bahasa dan identitas mereka dan mulai menganggap diri Arab. Ini terjadi dgn Palestina (kini Israel), Syria, Levant (kini Jordan), Mesir, Libya, Algeria, Tunisia, Maroko dan sebagian Sudan dan Somalia. Hanya di Persia, terlepas dari tekanan brutal Arab selama 300 tahun, bangsa asli mampu menghidupkan kembali bahasa pra-Islam. Tetapi dimanapun di Timur Tengah, Arabisasi meresap secara total.

Th 680-an, Arab bergerak lewat Afrika Utara ke Laut Atlantik. Menurut legenda, saat jendral Jihadi, jendral Oqba ibn Nafi, mencapai Maroko dan berkuda ke laut, ia memukuli air dng pedangnya karena frustrasi tidak ada lagi tanah yg bisa dijajah.

Th 683, Oqba dikalahkan dan dibunuh Berber. Terhentilah penjajahan Arab selama satu dekade, tapi th 698 Muslim akhirnya mencaplok Carthage, mendepak kaum Kristen Bizantin dari Afrika utk selama2nya. Kini, penjajah baru ini menghadapi musuh mereka yg paling keras dan paling akhir – kaum Berber.

KAHINA – Ratu berani kaum Berber menghalang2i Arab selama 20 tahun !

Pada saat agresi Arab, Berber diperintah oleh Ratu keturunan Yahudi. Namanya Kahina (atau Cahina). Kahina juga dikenal dgn nama Dahiyah, Dahia, atau Dhabba (Women in World History, v.8, p. 414.) Jabatan Kahina berarti nabi perempuan. Encyclopedia Judaica (v. 10, p. 686) mengatkaan bahwa istilahnya berasal dari kata Arab "Kahin" ("soothsayer") sementara ada juga yg mengatakan bahwa "Kahina" berasal dari nama Yahudi "Cohen".

Encyclopedia Judaica mengatakan bahwa penulis Arab, khususnya sejarawan abad 14, Ibn-Khaldun, mengatakan bahwa Kahina dan sukunya, suku Jerawa dari pegunungan Aures di Algeria Timur dan Tunisia, adalah Yahudi. Charles-AndrĂ© Julien, dlm bukunya, History of North Africa, percaya perlawanan Kahina terhdp Arabs "timbul karnea patriotisme Berber dan Yahudi. … Ada juga yg mengatakan ia bukan Yahudi. Sejarah ttg Kahina sampai sekarang kontroversial."

Yg diketahui adalah : begitu jendral Arab, Hassan ibn al Numan, merebut Carthage dari Bizantin, pasukan Kahina mengalahkannya. Hassan mundur dan Kahina meraih kembali Carthage dan menguasai sebagian besar Africa Utara.

Menurut Ibn-Khaldun, saat ia menanti serangan arab berikutnya, Kahina menjalankan kebijakan yg brutal dan menghancurkan. Ia menyatakan bahwa Arab ingin menjajah Afrika Utara hanya karena kekayaannya. Ia memerintahkan Berber yg masih bangsa nomadic utk menghancurkan kota2, perkebunan dan peternakan kaum Berber yg bukan nomad, guna menjadikan Africka Utara padang pasir.

Kahina salah perkiraan : Arab ingin merebut Afrika Utara bukan karena kekayaannya tetapi karena tujuan menyebar Darul Islam dank arena Afrika Utara adalah jalan tembusan ke Spanyol dan Eropa. Dan menurut Ibn-Khaldun, kebijakan menghancurkan kota2 ini mengakibatkan hilangnya dukungan bagi Kahina dari kaum Berber yg menetap di kota2.

Th 702, Hassan menyerang kembali wilayah Berber dan mengalahkan Kahina. Tidak jelas apakah Kahina tewas di medan perang atau ditahan dan di-eksekusi.

Perlawanan Berber terhdp Islam

Cerita2 perlawanan Berber terhdp Islam dimulai setelah kemenangan Arab terhdp Bizantin dan perebutan Carthage. Bizantin diusir tetapi Arabs belum menjadi penguasa negeri itu. Di provinsi2 bagian pedalaman, Berber megnadakan perlawanan sporadic terhd agama dan kekuatan Arab.

Gang2 Arab yg sudah veteran tidak cukup utk menaklukkan Africa. Setelah serangan2 balasan Berber, penjajahan Arab selama bertahun2 hilang dalam satu hari dan pemimpin2 Arab yg kewalahan dgn serangan Berber berkali2 harus mundur ke Mesir dan meminta bantuan kalif Bagdad.

Baru dibawah pengganti Hassan, Musa, mereka dapat dikalahkan. Pemberontak Berber yg dijadikan tawanan adalah 300.000 ; termasuk 60.000 dijual sbg budak utk meningkatkan keuangan sang kalif. 30.000 dari mereka dipaksa masuk Islam dan menjadi bagian tentara Muslim.

Islamisasi-pun dimulai. Tetapi terlepas dari upaya merusak agama dan budaya Berber itu, kaum Berber masih mempertahankan bahasa asli mereka. (Gibbon, v. 2, p. 279-280)

Perang sipil Aljazair sebenarnya adalah perang Berber vs Arab

Kaum Berber masih mayoritas di Afrika Utara dan sering bentrok dgn penguasa. Artikel Associated Press tgl 1 Juni, 2002 ("Partai PM Aljazair menang pemilu") melaporkan bahwa Berber berjumlah 1/3 dari total penduduk Aljazair dan kira2 60 orang tewas dalam huru hara antara Berber dan polisi di kawasan Kabyle th 2001 dan 2002.

Kebanyakan Yahudi Afrika Utara mengungsi ke Isarel, dan membentuk mayoritas angkatan bersenjata Israel. Orang Timur Tengah memiliki daya ingat kuat. Mungkin, orang2 Israel dari Afrika Utara menganggap kemenangan Israel terhdp Arab sbg karma Arab terhdp penjajahan kaum Berber dan kematian permaisuri mereka, Kahina.//

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1255&highl ight=jihad

Posted: Wed Jan 11, 2006 9:51 pm Post subject: Pengaruh Islam di AFRIKA
http://jihadwatch.org/dhimmiwatch/
Fitzgerald: Islam in Africa

Wakil Presiden Jihad Watch Board, Hugh Fitzgerald mengadakan survey ttg pengaruh Islam di Africa:

Memang Islam berpengaruh terhdp Africa. Dulunya di bagian utara benua Afrika terdapat pertumbuhan subur dibidang agrikultur dan peradaban migran baik Yahudi maupun Berber Kristen. Dibagian lain terdapat peradaban Mediteran, tempat asal usul nama2 besar spt Santo Tertullian dan Santo Augustin dari Hippo. TETAPI INI SEMUA DIHANCURKAN OLEH PENJAJAH/PENGINVASI ARAB MUSLIM. Konsekwensinya sekarang kita bisa lihat sendiri.

Hanya selama periode kekuasaan Perancis di Aljazair, dari 1830 - 1962, agrikultur dibenahkan kembali (termasuk pertumbuhan kebun anggur). Tetapi akibat metode pertanian ala gurun pasir (desertification) Arab, mereka menghancurkan tempat2 dimana dahulu terdpt universitas, museum, dan tanda2 peradaban lainnya. Hanya selama kependudukan Perancis, Aljazair berhasil meraih sesuatu yg mirip peradaban
-- dan sekarang begitu Perancis hengkang, lihatlah sendiri. Sampai orang Aljazair sendiri tidak mau hidup disana.

Ketika Presiden Perancis, Jacques Chirac mengunjungi negara itu, rakyat mengelu2kannya dng teriakan: "Visa, Visa!"

Bgm dgn bagian benua hitam Afrika? Kalau kau ingin melihat perlakuan Muslim Arab tradisional terhdp orang hitam Afrika, lihatlah hasilnya: 2 juta orang tewas dalam 20 thn belakangan ini akibat perang & genocide di Sudan Selatan yg tidak kunjung padam. Jika kau ingin melihat perlakuan Arab Muslim terhdp orang hitam Afrika Muslim, akibat pemaksaan ideologi supremasi Islam, lihatlah bahwa orang2 hitam ini, biar muslim sekalipun, tidak pernah diakui sbg "Muslim sejati" spt bangsa Arab. Lihat sendiri di
Darfur.
More aboutSejarah Masuknya Islam ke Afrika 2