Historiografi, Kebudayaan Islam Dan Perkembangan Masuknya Islam Ke Indonesia

Posted by anharul ulum

Definisi Historiografi :

Sejarah memiliki banyak ma’na secara bahasa maupun istilah. Secara : Bahasa inggris (history) yang berarti : sejarah, Bahasa belanda (historie) yang berarti : sejarah, Bahasa arab (sajratun) yang berarti menunjukkan arti pohon. Apabila digambarkan secara sistematik, sejarah hampir sama dengan pohon, memiliki cabang dan ranting, bermula dari sebuah bibit, kemudian tumbuh dan berkembang lalu layu dan tumbang. Seirama dengan kata sejarah adalah silsilah, kisah, hikayat yang berasal dari bangsa arab.

   Jadi definisi historiografi yaitu penulisan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh manusia yang terjadi pada masa lampau. Yang mana dituliskan kembali oleh para ahli dengan penulisan yang rinci dah mudah dipahami. Sebelum melakukan penulisan sejarah maka penulis harus melakuka penggalian sejarah yang pada umumnya menggunakan metode lisan, observasi, dokumenter, buku-buku sejarah dan lain sebagainya.

·           Definisi kebudayaan islam :

Di dalam Kamus Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.

Uraian :

Hubungan Islam dan Budaya Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamika ilahi. Bahkan menurut Hegel, keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu, tata hukum, tatanegara, kesenian, dan filsafat tak lain daripada proses realisasi diri dari roh ilahi. Sebaliknya sebagian ahli, seperti Pater Jan Bakker, dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya, karena menurutnya, bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya, sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Keyakinan ini disebut Iman, dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan, sedang kebudayaan merupakan karya manusia. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan.

·           Konsep kebudayaan islam :

Nabi Muhammad S.A.W merupakan teladan yang baik sekali dalam melaksanakan kebudayaan seperti dilukiskan dalam Al-Quran, bahwa bagaimana rasa persaudaraannya terhadap seluruh umat manusia dengan cara yang sangat tinggi dan sungguh-sungguh itu dilaksanakan. Saudara-saudara Nabi di Mekah semua sama dengan beliau sendiri dalam menanggung duka dan sengsara. Bahkan Nabi sendiri yang lebih banyak menanggungnya. Sesudah hijrah ke Madinah, dipersaudarakannya orang-orang Muhajirin dengan Anshar sedemikian rupa, sehingga mereka berada dalam status saudara sedarah. Persaudaraan sesama orang-orang beriman secara umum itu adalah persaudaraan kasih-sayang untuk membangun suatu sendi kebudayaan yang masih muda waktu itu. Yang memperkuat persaudaraan ini ialah keimanan yang sungguh-sungguh kepada Allah dengan demikian kuatnya sehingga dibawanya Nabi Muhammad kedalam komunikasi dengan Tuhan, Zat Yang Maha Agung.

·           ANALISIS :

Dari definisi dan uraian diatas dapat diungkapkan sejarah merupakan peristiwa yang terjadi dimasa lalu, sekarang dan masa depan yang berawal dari satu peristiwa sehingga muncul beberapa peristiwa lainnya yang diceritakan  secara berurutan baik berupa kemunduran maupun kemajuan, seperti diibaratkan sebuah pohon.

Historiografi  dibuat dengan metode periodesasi yang mana peristiwa-peristiwa yang terjadi masa lampau diceritakan secara berurutan. Contonya pada sejarah Masuknya Kebudayaan Islam di Nusantara yang mana dalam penulisannya melihat dari kapan dan siapa pembawanya, jalur apa yang dilalui, kota yang disinggahi oleh pembawa hingga menyebar diseluruh nusantara, dan seterusnya.

·           KESIMPULAN

Sejarah berasal dari beberapa bahasa yang memiliki persamaan makna, dari bahasa inggris berupa history, dari bahasa Belanda historie dan dari bahasa Arab sajaratun dan tarikh. Sedangkan istilah secara umum merupakan gambaran peristiwa yang telah dicatat/didokumentasikan oleh para ahli sehingga dapat dipelajari dan diketahui oleh semua orang.

Kebudayaan merupakan hasil karya, karsa, cipta manusia baik berupa karya seni, sastra, ukir dan sebagainya. Konsep dari kebudayaan Islam menganut dari Al-Qur’an dan As-Sunnah seperti yang telah disampaikan Nabi Muhammad SAW.  Islam datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya, sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan.

MASUK DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA DAN JUGA TEORI-TEORI MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA

·           Perkembangan Masuknya Islam Di Indonesia Secara Makro :

Agama Islam berasal dari tanah Arab dan dari tanah Arab berkembanglah agama Islam kemana-mana, diantaranya ke Gujarat (India) dan Persia. Demikian pula berangsur-angsur meluas kearah timur hingga Semenanjung Malaka. Mengenai masuknya Islam ke Indonesia tidak diketahui secara pasti.

a.      Teori Mekah

Teori Mekah mengatakan bahwa proses masuknya Islam ke Indonesia adalah langsung dari Mekah atau Arab. Proses ini berlangsung pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 M. Tokoh yang memperkenalkan teori ini adalah Haji Abdul Karim Amrullah atau HAMKA, salah seorang ulama sekaligus sastrawan Indonesia. Hamka mengemukakan pendapatnya ini pada tahun 1958, saat orasi yang disampaikan pada dies natalis Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN) di Yogyakarta. Ia menolak seluruh anggapan para sarjana Barat yang mengemukakan bahwa Islam datang ke Indonesia tidak langsung dari Arab. Bahan argumentasi yang dijadikan bahan rujukan HAMKA adalah sumber lokal Indonesia dan sumber Arab. Menurutnya, motivasi awal kedatangan orang Arab tidak dilandasi oleh nilainilai ekonomi, melainkan didorong oleh motivasi spirit penyebaran agama Islam. Dalam pandangan Hamka, jalur perdagangan antara Indonesia dengan Arab telah berlangsung jauh sebelum tarikh masehi.

b.      Teori Gujarat

Teori Gujarat mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 H atau abad ke-13 M. Gujarat ini terletak di India bagain barat, berdekaran dengan Laut Arab. Tokoh yang menyosialisasikan teori ini kebanyakan adalah sarjana dari Belanda. Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah J. Pijnapel dari Universitas Leiden pada abad ke 19. Menurutnya, orang-orang Arab bermahzab Syafei telah bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal Hijriyyah (abad ke-7 Masehi), namun yang menyebarkan Islam ke Indonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang Arab langsung, melainkan pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke dunia timur, termasuk Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya, teori Pijnapel ini diamini dan disebarkan oleh seorang orientalis terkemuka Belanda,Snouck Hurgronje. Menurutnya, Islam telah lebih dulu berkembang di kota-kota pelabuhan Anak Benua India. Orang-orang Gujarat telah lebih awal membuka hubungan dagang dengan Indonesia dibanding dengan pedagang Arab. Dalam pandangan Hurgronje, kedatangan orang Arab terjadi pada masa berikutnya. Orang-orang Arab yang datang ini kebanyakan adalah keturunan Nabi Muhammad yang menggunakan gelar “sayid” atau “syarif ” di di depan namanya.

c.       Teori Persia

Teori Persia mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari daerah Persia atau Parsi (kini Iran). Pencetus dari teori ini adalah Hoesein Djajadiningrat, sejarawan asal Banten. Dalam memberikan argumentasinya, Hoesein lebih menitik beratkan analisisnya pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain: tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro sebagai hari suci kaum Syiah atas kematian Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad, seperti yang berkembang dalam tradisi tabut di Pariaman di Sumatera Barat. Istilah “tabut” (keranda) diambil dari bahasa Arab yang ditranslasi melalui bahasa Parsi.

Berikut beberapa sumber sejarah yang menjadi bukti masuknya Islam ke Indonesia.

1.         Perkampungan Islam yang terdapat disekitar Selat Malaka pada abad ke-7 dan ke-8

2.         Batu bersurat pada sebuah makam seorang wanita muslim di Leran Gresik Jawa Timur, atas nama Fatimah binti Ma'imun, berangka tahun 475 H (1082 M)

3.         Catatan kisah perjalanan Marcopollo (Musafir Venesia) yang singgah di Perlak Aceh Utara tahun 1292 M

4.         Batu nisan makam Sultan Malik al-Saleh, raja Samodra Pasai yang berangka tahun 1345 M

·           Analisa :

Melihat dari beberapa teori yang telah dikemukakan tentang masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia masih belum bisa dipastikan melalui apa dan dari mana sebenarnya awal mula Islam di Indonesia ini. Dari ke 3 teori yang ada dapat dikemukakan masuknya Islam melalui 3 pandangan yang berbeda, ada yang mengatakan Islam masuk melalui perdagangan, melihat kebudayaan yang sama dengan kebudayaan Persia, dan ada juga yang melihat dari batu nisan yang sama dengan wilayah Arab. Proses masuknya Islam di Indonesia melalui perdagangan, perkawinan, dan pendidikan

·           Kesimpulan :

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masuk dan berkembangnya islam di Nusantara adalah berdasarkan tiga teori ( teori mekkah, persia dan gujarat) dan melalui tiga proses yaitu pernikahan, perdagangan dan pendidikan. Dan terbukti dengan adanya beberapa perkampungan islam pada abad ke-7, adanya kesamaan budaya indonesia dengan persia dan adanya kemiripan batu nisan yang terdapat di indonesia dan di mekkah.

RUANG LINGKUP KEBUDAYAAN ISLAM DAN KEDUDUKAN MATA KULIAH SPI DALAM KURIKULUM PRODI PAI SECARA MIKRO

·           Ruang Lingkup

Karena Islam lahir di Arab, maka isi dari sejarah kebudayaan Islam membahas tentang riwayat Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa wahyu Tuhan.

1.      Sebelum Nabi dilahirakan yakni apa saja yang berkembang menjelang Rasulullah lahir yang dipengaruhi oleh budaya bangsa-bangsa disekitarnya yang lebih awal maju daripada kebudayaan dan peradaban Arab. Pengaruh tersebut melalui beberapa jalur :

a.       Hubungan dagang dengan bangsa lain, seperti bangsa Syiria,Persia, Mesir dan Romawi yang telah mendapat pengaruh Hellenisme ( kebudayaan Yunani dulu yang mempengaruhi perkembangan fikir ).

b.      Melalui kerajaan protektorat, seperti kerajaan Hirah dibawah perlindungan Persia dan kerajaan Ghassa dibawah perlindungan Romawi.

c.       Masuknya misi Yahudi dan Kristen, tapi meski agama Yahudi dan Kristen sudah masuk ke Arab, bangsa Arab kebanyakan masi menganut agama asli mereka yakni menyembah berhala.

2.      Riwayat Rasulullah dilahirkan sampai beliau wafat, yakni sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad dari kelahirannya dalam keadaan yatim menjadi yatim piatu sampai beliau mendapat wahyu dari Tuhan dan berdakwah menyebarkannya hingga beliau wafat.

3.      Kemajuan Islam yang diteruskan oleh para sahabat seperti masa khulafaurrasyidin, bani Umayyah, dan bani Abbasiyah.

4.      Masa disentrigasi yakni adanya dinasti-dinasti yang memerdekakan diri dari kekuasaan bani Abbasiyah.

5.      Masa kemunduran yakni masa dimana adanya persaingan antar bangsa, kemerosotan ekonomi, koflik keagaman dan lain-lain.

6.      Penyebaran Islam di belahan dunia barat dan lainnya, seperti Islam di Spanyol dan pengaruhnya di Eropa, di Asia dan lainnya.

·      Kedudukan SPI dalam Prodi PAI

Mata kuliah ini didesain untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara komprehensif hakikat sejarah kebudayaan Islam di Indonesia dan tujuan umum mempelajari sejarah kebudayaan Islam sebagai nilai dan ajaran Islam yang diambil baik langsung maupun tidak langsung dari sumber Al-Qur’an dan As-Sunnah melalui pemikiran tindakan dan interaksi umat Islam dengan budaya lokal (Indonesia) serta mampu mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa sejarah dan mampu mengkaitkan relevansinya dengan problem dan tantangan kontemporer yang dipahami umat Islam dan kemanusiaan secara global. Serta untuk mempersiapkan mahasiswa para calon pendidikan PAI dalam mata pelajaran SKI agar lebih siap untuk mengajar para siswa-siswa khususnya di lingkungan Madrasah Aliyah.

·         Analisis

Ruang lingkup sejarah kebudayaan Islam diawali ketika Nabi Muhammad SAW hidup- wafat, para sahabat, dinasti Umayyah dan Abasiyyah sampai penyebaran Islam di wilayah Eropa hingga ke seluruh penjuru dunia. Pentingnya mahasiswa jurusan PAI fakultas Tarbiyah UIN MALIKI Malang untuk mempelajari SKI II guna membekali diri tentang pengetahuan sejarah kebudayaan Islam agar lebih siap ketika terjun ke sekolah langsung dalam lingkup Madrasah Aliyah.

·           Kesimpulan

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwasannya mata kuliah SKI II merupakan kurikulum khusus Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang dengan target mempersiapkan mahasiswa untuk lebih siap terjun menjadi pendidik di lingkup madrasah Aliyah.

Ruang lingkup pembelajaran SKI yakni di mulai dari sejarah Nabi Muhammad serta peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masa lampau hingga perkembangan islam di seluruh penjuru dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Karim, Abdul. 2007. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Jogjakarta: Pustaka Book Publisher.

Mubarok, Jaih. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Islamika.

Yatim, Badri. 2005. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.

Saifullah. 2010. Sejarah dan Kebudayaan Islam di Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet.1.

Munir Amin, Samsul. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Wonosobo: PT. Amzah

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar