Penulisan Laporan Hasil Penelitian

Posted by anharul ulum


A.     LATAR BELAKANG
Menulis laporan penelitian karya ilmiah acap kali menjadi masalah bagi seseorang yang sudah menyelesaikan proposal penelitian ilmiah, atau bahkan sudah melaksanakan penelitian. Berbagai alasan klise seperti kesibukan, sedikitnya waktu, tidak adanya biaya sering menjadi kambing hitam atas ketidakberdayaan kita menyelesaikan laporan hasil penelitian karya ilmiah. Walhasil, setelah berbulan-bulan penelitian ilmiah dilaksanakan laporan hasilnya belum juga selesai. Banyak kasus, mahasiswa yang sudah menyelesaikan Ujian masih terkatung-katung karena belum menyelesaikan skripsi atau tesisnya. 

SAMBIL BACA BAGI LIKE HALAMAN FACEBOOK GW YE. TUH SEBELAH KANAN
Menyelesaikan laporan karya ilmiah terkait dengan kegiatan menulis. Sebagaimana kita maklumi, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masih menjadi masalah di negeri kita.
Keterampilan menulis memang tidak bisa lahir dengan serta merta. Diperlukan kolaborasi antara talenta manusia dengan wawasan kebahasaan. Talenta melahirkan semangat menulis, dan wawasan kebahasaan menjadi bekal untuk terampil menulis. Talenta saja tidak cukup, sebab sebagai sebuah skill, seperti halnya naik sepeda, kegiatan menulis perlu dilatih atau diasah. Semakin sering berlatih, maka kemampuan menulis akan semakin baik. Untuk sekedar naik sepeda, hanya diperlukan waktu sekitar satu bulan, dan untuk menjadi seorang atlet balap sepeda, diperlukan latihan bertahun-tahun. Sama halnya dengan belajar menulis. Untuk sekedar bisa menulis, dibutuhkan waktu beberapa bulan saja, tetapi untuk menjadi penulis yang handal, yang tulisan-tulisannya ditunggu oleh para pembaca, tentu dibutuhkan waktu latihan yang lebih lama lagi. 


Seorang yang hendak melakukan kegiatan menulis setidaknya harus menguasai empat keterampilan berbahasa itu ialah mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Untuk sekedar mendengar atau menyimak, asalkan telinga kita tidak bermasalah, siapapun bias melakukannya. Namun untuk menjadi pendengar yang mampu memahami pembicaraan diperlukan kemampuan mendenar yang baik, atau menguasai teknik mendengar. Sama halnya dalam kegiatan berbicara, membaca dan menulis. Untuk menjadi pembicara, pembaca yang baik, maka ia harus menguasai teknik – tekniknya.
B.      RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang tersebut di atas, maka rumuskan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana penulis menggagas dalam aspek kebahasaan?
2.      Bagaimana mengungkapkan gagasan dalam bentuk pelaporan hasil penelitian?
3.      Bagaimana penulis menyusun stuktur laporan penelitian?
4.      Bagaimana isi laporan penelitian tersebut?
C.      TUJUAN
Dari rumusan masalah tersebut penulis dapat menyimpulkan tujuan dari makalah ini, yaitu:
1.      Untuk mengetahui penulisan gagasan dalam aspek kebahasaan
2.      Untuk mengetahui pengungkapan gagasan dalam bentuk pelaporan hasil penelitian?
3.      Untuk mengetahui struktur laporan penelitian
4.      Untuk mengetahui isi laporan penelitian


(PENULISAN LAPORAN HASIL PENELITIAN)
A.     PENULISAN GAGASAN DALAM ASPEK KEBAHASAAN
Menyampaikan gagasan secara tertulis, membutuhkan pemahaman Bahasa Indonesia yang benar, mengingat formulasi bahasa tulis sangat jauh berbeda dengan bahasa lisan. Didalam penyampaian bahasa lisan ide dari pembicara dapat mengalir terus disertai dengan ekspresi dan gaya. Pandangan mata, indera pendengar dan perasaan lawan bicara (audience) secara jelas dapat merasakan nuansa yang terkandungdalam mimik, tutur, intonasi, dan gaya pembicara. Kesemuanya itu menyebabkan kebenaran tata bahasa menjadi tidak diperhatikan oleh lawan bicara, karena segala gaya dan ekspresi yang terungkap dalam pembicaraan justru memberikan makna ataupun penafsiran yang jauh lebih lengkap dibandingkan hanya dengan kebenaran tata bahasanya. Itulah kiranya factor yang menjadi penyebab kenapa berbahasa lisan akan jauh berbeda dengan bahasa tertulis.[1]
Bahasa tulis menghendaki penyampaian kalimat yang benar tata bahasanya, tepat pemilihan kata, tepat runtutan kalimatnya, dan menggunakan logika yang benar. Semua persyaratan tersebut dibutuhkan mengingat anatara penulis dengan pembaca tidak pernah bertemu. Jadi penulis mengusahakan apa yang dinyatakan harus ditafsirkan sesuai dengan apa yang ditulis. Ini berarti dalam penyampaian gagasan (laporan penelitian), ada konvensi yang telah menyepakati aturan permainannya. Barangsiapa menyajikan karya tulisnya tidak menggunakan konvensi tersebut, maka dia dianggap tidak mematuhinya.[2]
Dalam bahasa tulis, semua kata – kata yang membentuk kalimat harus dipertimbangkan dengan tepat, karena setiap suku kata dapat mempunyai makna yang tidak dapat ditafsirkan dengan pengertian lain. Pemilihan kata yang tidak tepat, akan ditafsirkan berbeda dari maksud yang terkandung dalam benak penulis. Bahkan, dapat mengacaukan struktur gagasan yang akan dikemukakannya. Guna menghindarkan kemungkinan kesalahan memilih suku kata, hendaknya penulis membekali dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai sumber rujukan untuk menafsirkan suatu kata.
B.      PENGUNGKAPAN GAGASAN DALAM BENTUK PELAPORAN HASIL PENELITIAN
Peraturan yang mendasari bagaimana menuliskan laporan penelitian hanya satu pernyataan, laporan sejauh mungkin harus objektif. Hal ini mengingat laporan penelitian harus menjunjung tinggi objektivitas ilmiah dan akan menjadi dokumentasi keilmuan dibidang masing – masing. Artinya bahwa laporan penelitian harus memberikan interpretasi apa adanya, meskipun peneliti dihadapkan pada simpulan yang mengandung kontroversi. Pelaporan hasil penelitian kadangkala dipaksa harus mempertimbangkan hal – hal yang controversial meskipun mengandung risiko yang sangat tinggi. Pelaporan hasil penelitian memberikan nuansa, bahwa informasi yang disampaikan tidak dibuat – buat. Hal ini justru akan memberikan kredibilitas yang tinggi pada si pelaporannya, bukan sebaliknya.
Gaya penulisan laporan penelitian harus disajikan dengan jelas, simple, dan langsung kepokok permasalahannya dengan maksud agar para pembaca tidak bosan. Dan si penulis tidak boleh menggunakan kata ganti seperti: saya, dia, kami, kita dan atau sejenisnya.[3]
Penulisan laporan hendaknya menghargai karya pihak lain yang nyata – nyata telah menjadi inspirasi karyanya tersebut. Cara memberikan penghargaan menurut tradisi ilmuwan adalah memberikan kridit terhadap sumber referensi tersebut dalam bentuk catatan kakiatau catatan akhir.[4]
C.      STRUKTUR LAPORAN PENELITIAN
Laporan penelitian dapat disajikan dalam berbagai macam bentuk. Laporan yang akan disajikan dalam suatu seminar tentu akan berbeda setrukturnya dengan laporan yang disajikan dalam bentuk skripsi, thesis, atau desertasi (S1, S2, atau S3). Jadi penyusunan laporan penelitian sangat bergantung pada tujuan penyampaian hasil penelitian tersebut.
Untuk lebih jelasnya, kerangka tulisan ilmiah, kita uraikan sebagai berikut:[5]
Pendahuluan
Bab Pendahuluan adalah bab yang mengantarkan isi naskah, yaitu bab yang berisi hal-hal umum yang dijadikan landasan kerja penyusun. Pendahuluan dalam karya ilmiah biasanya terdiri atas :
1.      Latar Belakang Masalah, Latar belakang masalah merupakan uraian hal-hal yang menyebabkan perlunya dilakukan penelitian terhadap suatu masalah atau problematika yang muncul, dapat ditulis dalam bentukan uraian paparan atau poin-poin saja
2.      Identifikasi Masalah, Identifikasi masalah merupakan kumpulan masalah yang berhasil diurai
3.      Pembatasan Masalah, diambil dari bagian-bagian identifikasi masalah yang akan diteliti. Biasanya tidak semua masalah yang berhasil diidentifikasi diteliti karena keterbatasan biaya, waktu, dan kemampuan.
4.      Tujuan Penelitian, diambil dari batasan masalah
5.      Manfaat Penelitian. manfaat penelitian bisa dituliskan manfaat untuk si peneliti atau guru, lembaganya dan bagi dunia pendidikan pada umumnya.
Kajian Teori
Kajian teori atau kerangka teori berisi prinsip-prinsip teori yang memengaruhi dalam pembahasan. Prinsip-prinsip teori itu berguna untuk membantu gambaran langkah dan arah kerja. Kerangka teori akan membantu penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti. Artinya, kerangka teori harus bisa memberikan gambaran tata kerja teori itu. Misalnya, kerangka teori untuk menganalisis kesalahan (Anakes) kebahasaan kita menggunakan teori yang berhubungan dengan itu, misalnya dengan membuat rujukan buku karya Henry Guntur Tarigan, Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa, Penerbit Angkasa, Bandung.
Metodologi Penelitian
Penelitian ilmiah harus menggunakan metode atau teknik penelitian. Metode adalah seperangkat langkah yang tersusun secara sistematis. Metode penelitian seperti deskriptif, komparatif, eksperimen, sensus, survai, kepustakaan, dan metode penelitian tindakan kelas (PTK).
Analisis atau Pembahasan
Bab analisis ini merupakan bab yang terpenting dalam penelitian ilmiah. Dalam bab ini akan dilakukan kegiatan analisis, sintesis pembahasan, interpretasi, jalan keluar dan beberapa pengolahan data secara tuntas.
Simpulan dan Saran
Pada bagian ini berisi simpulan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Simpulan yang dimaksud adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan. Simpulan ini diperoleh dari uraian analisis, interpretasi, dan deskripsi yang tertera pada bab analisis. Selanjutnya, saran-saran penulis tentang metodologi penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, dan beberapa saran yang mempunyai relevansi dengan hambatan yang dialami selama penelitian.
D.     ISI LAPORAN PENELITIAN
Isi laporan penelitian (skripsi) pada dasarnya tidak akan selalu sama untuk proyek penelitian mahasiswa, karena adanya perbedaan masalah yang dihadapi serta ruang lingkup yang tidak sama.[6]
Isi laporan dipaparkan hasil-hasil dari tahapan penelitian, dari tahap analisis, desain, hasil testing dan implementasinya, berupa penjelasan teoritik, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik. Kecuali itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sejenis atau keadaan sebelumnya.[7]
Isi Laporan hasil penelitian ditulis dalam bentuk tugas akhir atau skripsi, terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu : bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir[8]
A. BAGIAN AWAL
Bagian awal memuat halaman sampul depan, halaman judul, halaman persetujuan dosen pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar table, halaman daftar gambar, halaman daftar lampiran, arti lambang dan singkatan, dan intisari.
1. Halaman Sampul Depan
Halaman sampul depan memuat antara lain judul tugas akhir atau skripsi, jenis laporan, lambang PERGURUAN TINGGI atau UNIVERSITAS, nama dan nomor penulis/penyusun, nama perguruan tinggi dan tahun dipertahankan.
a. Judul Tugas Akhir atau Skripsi
Judul tugas akhir atau skripsi hendaknya singkat dan jelas menunjukkan masalah penelitian, diketik dengan huruf besar (kapital) dan tidak boleh disingkat, format ketikan harus dalam bentuk piramida terbalik (huruf v)
b. Jenis Laporan
Jenis laporan adalah “tugas akhir” atau“skripsi”.
c. Lambang Perguruan Tinggi atau Universitas
Lambang berbentuk bundar/segi lima dengan diameter sekitar 5,5 cm
d. Nama Penyusun/Penulis
Nama penyusun/penulis harus ditulis lengkap dan tidak boleh disingkat, dibawah nama dicantumkan nomor induk mahasiswa penyusun/penulis
e. Nama Perguruan Tinggi
f. Tahun dipertahankan
Tahun dipertahankan adalah tahun pada saat skripsi dipertahankan di depan dewan penguji dan dinyatakan lulus.
2. Halaman Judul
Halaman judul berisi tulisan yang sama dengan halaman sampul depan, diketik di atas kertas putih, dengan tambahan beberapa hal, yaitu: Di atas lambang ditulis penjelasan penjelasan bahwa maksud tugas akhir atau skripsi yaitu sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat Sarjana D3/S1 pada jurusan PENDIDIKAN TARBIYAH
3. Halaman Persetujuan Dosen Pembimbing
Pada halaman ini memuat judul penelitian dan tandatangan dosen pembimbing skripsi.
4. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan memuat, tanggal, bulan dan tahun tugas akhir atau skripsi dipertahankan di depan dewan penguji, tandatangan Ketua Perguruan Tinggi/Universitas dan tandatangandari dewan-dewan penguji tugas akhir atau skripsi.
5. Halaman Motto dan Persembahan (bila ada)
Motto merupakan semboyan yang brupa kalimat pendek yang mengetengahkan pandangan hidup penulis dan persembahan berisi kepada siapa skripsi dipersembah kan dan merupakan kata hati terutama hasrat pengabdian yang hendak disampaikan oleh penulis.
6. Halaman Kata Pengantar
Kata pengantar sebaiknya dibuat ringkas dalam satu atau dua halaman. Fungsi utama kata pengantar adalah mengantarkan pembaca pada masalah yang akan dicari jawabannya dan kekhususan – kekhususan tertentu dari tugas akhir atau skripsi. Dilanjutkan dengan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi. Dalam memberikan ucapan terimakasih harus memuat : nama, jabatan, dan jasa yang telah diberikan dalam penyusunan tugas akhir atau skripsi.
7. Halaman Daftar Isi
Daftar isi memuat gambaran menyeluruh tentang isi tugas akhir atau skripsi secara garis besar dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat secara langsung suatu pokok bahasan. Bab-bab dapat dibagi menjadi subbab, sub bab dapat dibagi sub-sub bab dan seterusnya. Dalam daftar isi harus dicantumkan halaman, dengan ketentuan halaman pada bagian awal dengan angka romawi kecil pada bagian pokok dan akhir dengan angka arab.
8. Halaman Daftar Table (bila diperlukan)
Bila skripsi banyak terdapat table, maka perlu dibuat daftar table secara berurutan sesuai judul table untuk seluruh tugas akhir atau skripsi dan disertai halamannya . Tabel-tabel diberi nomor urut dengan angka arab. Nomor table didahului dengan nomor bab, diikuti dengan nomor table
9. Halaman Daftar Gambar (bila diperlukan)
Daftar gambar berisi grafik, gambar, foto yang terdapat dalam tugas akhir atau skripsi dibuat sesuai dengan urutan dan disertai halaman. Gambar-gambar diberi nomor urut dengan angka arab. Nomor gambar didahului dengan nomor bab, diikuti dengan nomor gambar.
10.Halaman Daftar Lampiran (bila diperlukan)
Sama halnya dengan daftar tabel dan gambar, daftar lampiran dibuat bila tugas akhir atau skripsi dilengkapi dengan lampiran. Isi halaman ini adalah urutan judul lampiran dan nomor halamannya.
11.Arti Lambang dan Singkatan (bila diperlukan)
Arti lambang dan singkatan berupa daftar lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam tugas akhir atau skripsi disertai dengan arti dan satuannya.
12.Intisari
Intisari berisi uraian singkat tetapi lengkap yang memberikan gambaran menyeluruh tentang isi tugas akhir atau skripsi. Intisari ditulis dalam bahasa indonesia dan tidak lebih dari 500 kata.
B. BAGIAN UTAMA
Bagian utama tugas akhir atau skripsi berisi bab-bab:
v  Untuk program diploma 3, bagian utama terdiri dari: pendahuluan, landasan teori, gambaran umum obyek penelitian, pembahasan, dan penutup.
a. Pendahuluan
Dalam bab pendahuluan materinya sebagian besar berupa penyempurnaan dari latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode dan sistematika penulisan laporan penelitian.
b. Landasan Teori
Bab landasan teori menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisidefinisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan ilmu atau masalah yang diteliti.
c. Gambaran Umum Obyek penelitian
Bab ini menguraikan tentang gambaran obyek penelitian, misalnya gambaran umum perusahaan, sejarah dan perkembangan perusahaan, struktur organisasi perusahaan, data yang dipergunakan untuk memecahkan masalahmasalah yang dihadapi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.
d. Pembahasan
Pada bab ini, dipaparkan hasil-hasil dari tahapan penelitian, dari tahap analisis, desain, hasil testing dan implementasinya, berupa penjelasan teoritik, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik. Kecuali itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sejenis atau keadaan sebelumnya.
e. Penutup
Berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran dapat dikemukakan kembali masalah penelitian, hipotesis dan bukti – bukti yang dihasilkan dari analisis data dan akhirnya menarik kesimpulan apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau sebaliknya ditolak. Tidak diperkenankan penulis menyimpulkan masalah jika pembuktian tidak terdapat dalam hasil penelitian. Dalam pembuatan kesimpulan, hal-hal yang diperkuat :
Ø  Berhubungan pembuktian hipotesis
Ø  Didasarkan pada analisis yang obyektif
Ø  Diperkuat dengan bukti-bukti yang telah ditemukan
Saran merupakan manifestasi dari penulis untuk dilaksanakan sesuatu yang belum ditempuh dan layak untuk dilaksanakan. Saran dicantumkan karena peneliti melihat adanya jalan keluar untuk mengatasi masalah atau kelemahan yang ada, saran yang diberikan tidak terlepas dari ruang lingkup penelitian.
v  Untuk program strata 1, bagian utama terdiri dari:pendahuluan, landasan teori, analisis permasalahan, perancangan sistem, testing dan implementasi sistem, dan penutup
a. Pendahuluan
Dalam bab pendahuluan materinya sebagian besar berupa penyempurnaan dari latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode dan sistematika penulisan laporan penelitian.
b. Landasan Teori
Bab landasan teori menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisi – definisi  atau model matematis yang langsung berkaitan dengan ilmu atau masalah yang diteliti.
c. Analisis dan Perancangan Sistem
Bab ini menguraikan tentang gambaran obyek penelitian, analisis semua permasalahan yang ada, dimana masalahmasalah yang muncul akan diselesaikan melalui penelitian. Pada bab ini juga dilaporkan secara detail rancangan tehadap penelitian yang dilakukan, baik perancangan secara umum dari sistem yang dibangun maupun perancangan yang lebih spesifik.
d. Hasil dan Pembahasan
Pada bab ini, dipaparkan hasil-hasil dari tahapan penelitian, dari tahap analisis, desain, hasil testing dan implementasinya, berupa penjelasan teoritik, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik. Kecuali itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sejenis atau keadaan sebelumnya.
e. Penutup
Berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran dapat dikemukakan kembali masalah penelitian serta hasil dari penyelesaian masalah. Tidak diperkenankan penulis menyimpulkan masalah jika pembuktian tidak terdapat dalam hasil penelitian. Dalam pembuatan kesimpulan, hal-hal yang diperkuat :
Ø  Didasarkan pada analisis yang obyektif
Ø  Diperkuat dengan bukti-bukti yang telah ditemukan
Saran merupakan manifestasi dari penulis untuk dilaksanakan sesuatu yang belum ditempuh dan layak untuk dilaksanakan. Saran dicantumkan karena peneliti melihat adanya jalan keluar untuk mengatasi masalah atau kelemahan yang ada, saran yang diberikan tidak terlepas dari ruang lingkup penelitian.
C. BAGIAN AKHIR
Bagian akhir dari skripsi berisi daftar pustaka dan daftar lampiran (jika ada)
1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua pustaka yang dijadikan acuan dalam penulisan tugas akhir atau skripsi yaitu semua sumber yang dikutip. Daftar ini berguna untuk membantu pembaca yang ingin mencocokkan kutipan-kutipan yang terdapat dalam skripsi. Penyusun diurutkan secara alfabeti berdasarkan nama penulis tanpa gelar kesarjanaan. Pustaka yang dikutip dapat berupa buku, jurnal, majalah, surat kabar, atau internet. Semua unsur dalam pustaka harus dicantumkan dalam daftar pustaka . Jarak penulisan antar buku 2 (dua) spasi, dalam buku 1 (satu) spasi.
2. Daftar Lampiran
Daftar lampiran berisi table yang panjang, surat keterangan, instrumen penelitian, listing program, peraturan-peraturan dan sebagainya yang berfungsi melengkapi laporan penelitian, lampiran diberi nomor angka arab.


A.     KESIMPULAN
Setelah mencermati uraian mengenai teknis penyusunan laporan penelitian di atas, kita bisa mengambil simpulannya. Agar kita tidak mengalami hambatan dan lancar dalam penyusunan laporan penelitian, maka kita harus: (1) banyak membaca buku-buku yang terkait dengan laporan penyusunan karya ilmiah kita, (2) mencari master laporan yang sudah jadi, untuk copy the master, (3) mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang kita butuhkan yang berkaitan dengan objek yang diteliti, (4) memahami kerangka laporan karya ilmiah, dan (5) meneguhkan niat di dalam hati, bahwa laporan penelitian itu harus selesai sebagai bentuk tanggung jawab kita, (6) menepati jadwal penyusunan laporan karya ilmiah yang sudah kita susun.
B.      SARAN
Apabila semua langkah itu dilaksanakan, maka pembuatan laporan karya tulis ilmiah itu tidak akan pernah terkatung-katung, dan mudah – mudahan dapat diterima oleh semua kalangan bagi mereka yang membutuhkan panduan penulisan karya ilmiah ini.


DAFTAR PUSTAKA
Jos, D. Parera; (1987) “Menulis Tertib dan Sistematik Erlangga, Jakarta
Nasution; (1991) “Metode Research Penelitian Ilmiah” Jemmars, Bandung
El-Kabumain, Nasin; (2001) “Teknik Menulis  Laporan Penelitian karya Ilmiah
Jemmars, Bandung
Arifin,E. Zaenal; (1998) “Dasar – Dasar Penulisan Karangan Ilmiah” Gramedia, Jakarta
Tarigan, Henry Guntur; (1998), “Pengajaran Analisis Kesalahan Bahasa” Angkasa, Bandung
Komsani, Amni ; (2007) “Pedoman Penulisan Proposal Penelitian” Angkasa, Bandung



[1] Daniel Parera Jos, “Menulis Tertib dan Sistematik” (Jakarta;1987)
[2] Nasution, “Metode Research Penelitian Ilmiah” (Bandung;1991) Jemmars
[3] Nasin El-Kabumain, “Teknik Menulis  Laporan Penelitian karya Ilmiah” (Bandung; 2001) Jemmars
[4] Zaenal E. Arifin, “Dasar – Dasar Penulisan Karangan Ilmiah” (Jakarta;1998) Gramedia
[5] Nasihin El-Kabumain, “Op Cit”
[6] “ibid”
[7] Henry Guntur Tarigan, “Pengajaran Analisis Kesalahan Bahasa” (Bandung;1998)
[8] Amni Komsani “Pedoman Penulisan Proposal Penelitian” (Bandung;2007)

{ 13 comments... read them below or add one }

pemeliharaan mesin mengatakan...

keren

security services mengatakan...

mantap

Armstrong Indonesia mengatakan...

bagus

motivator indonesia mengatakan...

salam kenal

parking mengatakan...

tips yg bgs

cleaning services mengatakan...

semoga sukses

Anonim mengatakan...

Sip

Anonim mengatakan...

bagus sekali. Terima kasih banyak ...

Peduli Umat mengatakan...

udah gw like bang.. izin kopas.

prisma mengatakan...

oke sob .. makasih banyak artikel yang bagus

lpsp mengatakan...

sukses selalu gan ..

obat joss mengatakan...

BOKEP
SEX HANGAT | SEX SEHAT
_____________
PANTAT SEKSI CEWE KOST
GOYANG BANDOT TUA

Rizal mengatakan...

mantab,
izin copas gan. :D

Poskan Komentar